Friday, December 13, 2019

Opini: Mirisnya Minat Baca di Kalangan Anak Muda




Membaca adalah salah satu pilihan hobi yang sering dilontarkan kawula muda saat ditanya. Faktanya tak dijalankan sepenuhnya hanya kiasan semata untuk melengkapi data. Padahal, jika itu benar terjadi pasti orang yang hobi membaca akan mendapatkan dampak positif darinya. Pengetahuan jadi luas, public speaking tertata, pemikiran kritis, dan sebagainya.
Faktanya, orang Indonesia lebih asyik dengan gadgetnya, lebih asyik dengan gossip-gosip tetangga, tak memperhatikan minat baca. Tragedi Nol Buku, ungkapan hasil penelitian Taufik Ismail 67 tahun yang lalu pun benar-benar terjadi sekarang. Merosotnya minat baca setiap manusia di Indonesia, terkhusus kawula muda. Miris memang, sampai sekarang masih belum terselesaikan masalahnya.
Masalah ini ibarat kebiasaan yang mendarah daging di kalangan  anak muda Indonesia. Kebiasaan yang berlarut-larut terjadi hingga menjadi penyakit yang belum ditemukan obatnya. Alternatif lain pun dipilih untuk menyembuhkan penyakit yang dari dulu belum sembuh juga.
Upaya-upaya tentu terus dilakukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Kita juga harus mengapresiasi Pemerintah dalam mencari jalan keluar dari permasalahan yang sudah 67 tahun kita terjangkit pada masalah yang sama dan kian hari kian menggigit jemari kita. Misalnya gerakan literasi wajib untuk semua elemen sekolah di negeri ini tanpa terkecuali dengan harapan dapat menumbuhkan minat baca bangsa khusunya di kalangan anak muda.
Kebijakan pemerintah pun akan sama saja jika tidak disertai dukungan dari para pengajarnya. Jika seorang guru tidak memperhatikan siswa dalam kegiatan literasi tersebut, bahkan juga tidak masukkelas pada jam literasi, sama saja membiarkan siswa bebas melakukan apa saja. Siswa yang sadar akan pentingnya membaca akan taat akan senang pada kegiatan literasi dan akan membaca buku yang ia sukai, lain halnya siswa yang malas membaca, apa jadinya?. untuk itu perlu kerja sama yang baik antara pemerintah dan guru dalam menanggulangi mirisnya minat baca di kalangan anak muda.
Setiap negara berlomba-lomba untuk menumbuhkan minat baca. Seperti Jepang, Korea, Finlandia, dan negara-negara lain, yang menganggap penting kegiatan membaca. Mereka menomorsatukan kegiatan membaca. Dimanapun dan kapanpn mereka selalu menyempatkan untuk membaca.
Jepang, negara maju yang terkenal dengan julukan negara sakura. Namun kali ini kita tidak membahas sakuranya, tetapi membahas betapa mereka mementingkan membaca sebagai rutinitas wajib yang mereka lakukan setiap hari. Pantas saja negara ini merupakan salah satu dari negara maju yang selalu menciptakan suatu inovasi teknologi. Muali dari teknologi pangan, transportasi, pengetahuan, pendidikan, dan sebagainya, hal ini salah satunya dikarenakan mereka selalu membaca. Ketika kita di Jepang, pemandangan orang sedang membaca akan kita temui sehari-hari di berbagai tempat.
Hal yang sama akan kita temui di Korea dan negara lainnya. Kebiasaan ini sebagai patokan pertumbuhan pendidikan yang baik dan berkelanjutan. Pendidikan berpatokan terhadap kecerdasan bangsa dan akan sangat mempengaruhi suatu negara.
Wawasan luas, pemahaman karakter, dan pengetahuan intelektual adalah beberapa indikator yang terjabar dari kecerdasan tersebut. Semua hal itu akan terwujud jika kita mementingkan kegiatan membaca. Tak salah jika negara-negara yang mementingkan kegiatan membaca merupakan negara yang memiki kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sejak zaman purba berakhir, kita telah mengenal tulisan huruf dan angka. Beberapa tulisan sudah dipublikasikan mengenai perjuangan bangsa, pemberontakan, gencatan, dan upaya merebut kemerdekaan. Hal itu yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat pribumi untuk mengenai kabar pada saat itu.
Surat kabar adalah bukti resmi bahwa dahulu, bangsa Indonesia pernah berjuang untuk membaca. Informasi-informasi penting disebar melalui surat kabar. Namun perlu diam-diam untuk dapat membacanya. Hal tersebut terjadi karena ketakutan akan hukuman yang dilakukan koloni Belanda yang sangat membatasi kabar pada saat itu.
Mirisnya, mengpa di era reformasi sekarang, saat kita sudah bebas bersuara, bebas bertindak, bebas melakukan apa saja, kita sudah merdeka tapi malah menutup mata dan telinga untuk membaca? Sedang para pahlawan saat itu berjuang untuk membaca meski nyawanya terancam di bilah senapan.
Membaca tidak hanya wujud literasi semata, namun lebih dari itu. Setiap orang yang sukses terlahir dari kegemarannya dalam membaca. Membaca membuat kita bisa menggenggam dunia. Jadi tidak salah dengan istilah bahwa Buku adalah jendela dunia, dengan membaca kita bisa menjelajah dunia. Banyak pemimpin yang lahir dari kegemaran membacanya.
Soekarno, presiden pertama Indonesia juga sebagai sosok politikus dan ahli hukum ini memiliki kegemaran membaca. Hatta adalah budayawan yang gemar membaca juga menjadi wakil presiden pertama Indonesia. BJ Habibi seorang ahli merakit pesawat dan menjadi presiden ketiga Indonesia karena gemar membaca. Membaca adalah kata kerja dalam memahami dunia seisinya. Begitu penting minat baca ditumbuhkembangkan pada diri setiap kalangan anak muda Indonesia.
Sayangnya, Indonesia adalah negara berkembang yang minat baca penduduknya berada pada peringkat 60 dari 61 negara di dunia. Wow, sangat miris melihat merosotnya negara kita terhadap kegiatan membaca.
Angka kemerosotan di atas membuat kita berada di posisi yang jauh dari negara lainnya. Harga diri bangsa seolah-olah terjun bebas menjauhi cita-cita luhur bangsa kita sendiri. Rona malu harusnya terpancar dari dalam diri kita sebagai warga negara Indonesia. Apa itu yang ingin kita dapatkan? Peringkat paling bawah yang kita dapatkan? Keinginan kita menjadi negara maju tak diimbangi dengan kebiasaan orang-orang yang maju ibarat menyanyi tanpa suara, hening.
Membaca ibarat memahami peta dunia dan segala titik-titik pentingnya. Membaca itu penting namun kita mengabaikannya. Kita punya banyak penulis berkualitas. Kita punya banyak buku yang berbobot. Kita adalah negara dengan berjuta penulis bertalenta yang telah menebar ilmu-ilmu melalui buku-bukunya, dan disebar ke setiap pelosok kota. Namun, kita belum punya pembaca yang setia menunggu sebuah hasil karya, miris bukan?
Negara literat, itulah sebutan bagi Finlandia. Negara yang penduduknya memiliki minat baca tertinggi di dunia. Minat baca di Finlandia ditumbuhkembangkan sejak dini. Orangtua adalah role mode bagi anak-anaknya. Dongeng sebelum tidur jadi cara Finlandia untuk membiasakan budaya membaca bagi anak-anak.
Dongeng sebelum tidur, kalimat yang sering kita dengar namun tidak kita laksanakan. Finlandia adalah negara yang mewajibkan setiap orangtua melakukan itu kepada anak-anaknya sebelum tidur. Bagaimana di Indonesia? Orang tua sibuk dengan pekerjaannya hingga lupa satu kewajiban utama yaitu role mode bagi anak-anaknya. Apakah orangtua adalah orang yang tepat untuk menyembuhkan penyakit akut ini?
Anak-anak adalah pribadi peniru. Ada ungkapan bahwa buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Begitu juga minat baca. Orangtua telebih dahulu harus gemar membaca barulah anak-anaknya akan meniru kebiasaan tersebut.
Kita kalah telak dalam urusan membaca, namun malah meroket dalam bersosial media. Indonesia adalah negara pemakai aplikasi Facebook terbesar di dunia. Tmparan keras bagi nasib bangsa ke depannya. Bagi orangtua yang gemar sosial media, siap-siap saja untuk tiruan sikap yang dilakukan anak-anaknya. Bahkan akan lebih dari itu.
Sejatinya, sosial media dan seluk-beluknya adalah perusak terhebat jika tidak digunakan sesuai dengan semestinya. Sungguh luar biasa susah menumbuhkan minat baca bagi kalangan muda. Mengubah kebiasaan memang tidak sembudah membalikkan telapak tangan. Gemar gadget susah ditukar dengan gemar membaca. Tanpa gadget separuh jiwanya hilang tanpa membaca tak berpengaruh apa-apa, salah besar jika ada pernyataan seperti itu. Justru hal itu harus dibalik, membaca menjadi kebiasaan mendarah daging, pasti Indonesia mampu mencapai cita-cita luhur bangsa.
Selain gerakan literasi sekolah yang pemerintah canangkan, perpustakaan keliling sudah terpampang jelas di sudut-sudut kota salah satu solusi yang ditawarkan olehnya. Buku-buku sudah disebar ke sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Perpustakaan daerah telah berdiri di setiap kota madya. Hal-hal unik sudah dilakukan sebagai wujud menumbuhkan minat baca di aklangan anak muda.
Semua itu sia-sia jika tidak dibarengi dengan kerja sama orang tua sebagai pemasok utama pendidikan bagi anak mereka. Orangtua lagi dan lagi adalah elemn pertama yang wajib menanamkan minat baca kepada kalangan muda demi kemajuan bangsa kedepannya.
Dicari satu dapatnya banyak adalah prinsip membaca buku. Hal ini berbnding terbalik dengan prinsip internet yang luar biasa instan. Perkembangan teknologi membuat setiap orang terlena. Keseruan dan keasyikan bermain game membuat anak berlama-lama di sepan layar terang yang diam-diam menghanyutkan itu. Daya pikat gadget lebih kuat dibanding buku.
Jika masalahnya di daya pikat, buku sudah dibuat sedemikian rupa indahnya untuk menarik perhatian pembaca. Namun, mengapa masih saja minat baca di kalangan muda rendah? Berarti penyakit ini belum diobati sampai ke akar-akarnya.
Perlu banyak mendalami terkait obat yang ampuh untuk menyembuhkan penyakit ini. Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena hal yang buruk mengenai nasib bangsa akan terjadi akibat keteledoran satu aspek saja yaitu membaca.
Minat baca tidak terlahir instan. Cara menumbuhkan beraneka ragam, namun susah untuk mencari solusi yang tepat, akurat dan mendalam. Butuh kegigihan dari berbagai elemen seperti pemerintah, guru, dan terkhusus orangtua yang menumbuhkembangkannya. Penanaman gemar membaca sejak dini adalah salah satu cara menumbuhkan minat baca anak berkelanjutan. Orangtua adalah role mode bagi anaknya. Jika demikian, orang tua harus rajin membaca. Sehingga budaya membaca menjadi kebiasaan orangtua dan anak yang berkelanjutan.





























Kolom: Literasi Digital, Youtuber Untuk Subscriber



Literasi digital adalah ketertarikan, sikap, dan kemampuan individu yang menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat. Youtube adalah salah satu aplikasi yang sekrang dengan mudah dapat di install di hp pengguna. Suatu aplikasi yang memberikan kesempatan seseorang untuk mengupload suatu video yang dapat ditonton oleh khalayak umum. Orang yang membuat video dan menguload video ke youtube disebut youtuber. Orang yang mengikuti akun youtube dari seorang youtuber dinamakan subscriber.
Youtuber, pekerjaan ala milenial yang kini digeluti oleh semua kalangan. Pekerjaan yang hanya mengandalkan kamera untuk dijadikan sebuah video lalu ditayangkan di youtube sangat meracuni negeri akhir-akhir ini. Tua, muda, hingga anak-anak tak ingin ketinggalan untuk membuat suatu konten video atau hanya melihat sebagai penonton saja. Dari satu video youtube tersebut ternyata membuka peluang rupiah bagi pembuatnya, atau sering disebut. Jika suatu akun youtube yang telah menayangkan video dan berhasil memikat penonton untuk melihatnya serta mampu membujuk penonton untuk mengikuti akun tersebut atau nama istilahnya adalah subscribe ternyata pihak Youtube akan menggajinya dan memberikan penghargaan yang dikenal dengan sebutan Youtube Play Button. Youtube Play Button ini ternyata memiliki tingkatan sesuai subscriber yang didapat, yaitu: Silver Play Button untuk 100.000 subscribers, Gold Play Button untuk 1 juta subscibers, Diamond Play Button untuk 10 juta subscibers, dan terakhir Custom Play Button untuk 50 juta subscribers.
Awalnya, youtube dikenal di kalangan tertentu saja dan hanya menayangkan video-video ulang dari suatu program di televisi dan masih jarang orang-orang berkunjung di aplikasi ini. Mulai tahun 2010-an orang-orang mulai bermunculan membuat konten video youtube sesuai dengan passion yang dimiliki. Misalkan Youtube channel Bayu Skak yang menayangkan video-video lucu berdurasi 8-10 menitan. Berawal dari konten-konten youtube yang Ia buat membawa Ia menjadi seorang sutradara film saat ini. Film yang sudah Ia garap adalah Yo Wis Ben 1 dan Yo Wis Ben 2. Dibantu oleh seorang sutradara senior Fajar Nugros, film ini mampu menyemarakkan bioskop di seluruh Indonesia. Dari film itu juga Bayu Eko Moektito nama lengkapnya dikeluarkan dari Universitas Negeri Malang dengan sangat terhormat. Bayu diwisuda setelah memproduksi film Yo Wis Ben 1, suatu prestasi yang membanggakan tentunya. Hingga saat ini Bayu masih meng-upload video-video di youtube. Ia pernah mengatakan bahwa Ia akan mengupload video yang mempunyai konten menarik dan bermanfaat bagi penontonnya.
Namun nyatanya, saking banyaknya orang yang berlomba-lomba mengunggah video ke channel youtube, konten yang diunggah tidak diperhatikan. Konten yang disuguhkan kurang variatif, misalkan video prank (bohongan) dari suatu channel youtube. Setiap unggahan video kontennya hanya prank hal ini tentu akan membuat penonton merasa bosan. Terkadang juga konten yang diunggah tidak memberi manfaat atau informasi kepada penontonnya.
Sah-sah saja seseorang mengunggah konten video ke youtube, hanya saja lebih diperhatikan konten yang akan diunggah, apakah itu pantas ditonton di semua kalangan? pun juga jika konten yang tidak boleh ditonton oleh anak kecil maka seharusnya ditulis keterangan pada judul videonya. Hal itu dikarenakan youtube dapat diakses oleh semua umat dan kalangan.
Anak kecil adalah pribadi peniru yang sangat pintar. Apapun yang ia lihat akan segera ditiru olehnya, baik itu bagus untuk dirinya maupun sebaliknya. Karena, anak kecil belum bisa membedakan keduanya. Perlu pengawasan ekstra dari orangtua.
Akhir-akhir ini youtube meroket bebas. Orang-orang lebih memilih menunggu konten youtube dibanding televisi, selain program televisi yang bisa dilihat di youtube, program-program lain yang bervariatif dapat kita temukan di aplikasi ini. Untuk itu perlunya kita menyaring konten yang akan kita tonton terlebih lagi jika kita mempunyai adik yang masih kecil. Diharapkan kerja sama kepada konten creator untuk lebih memperhatikan konten yang diunggah. Setiap konten kreator memiliki kekhasan dalam mengunggah videonya. Creator yang mengunggah video bermanfaat, creator yang hanya ingin menambah subscriber tanpa memikirkan konten, creator yang menginginkan uang, dan lain sebagainya, dan masih banyak lagi tujuan seseorang mengunggah video ke youtube. Seorang konten creator youtube mempengaruhi video youtube yang ia unggah.
Tak hanya itu, background dari creator pun juga mempengaruruhi konten yang akan diunggah. Misalnya Youtuber asal Surabaya yang kini sedang menempuh studi di Jepang, Jerome Polin. Ia menggunakan video youtube untuk memberikan informasi kepada khalayak umum, bagaimana keseharian anak rantau yang belajar di negeri orang. Tak hanya itu, video yang ia buat berkaitan dengan studi yang ia jalani saat ini. Matematika adalah jurusan yang ia ambil, tak ingin melewatkan kesempatan di youtube, video tentang matematika ia unggah dengan maksud memberikan ilmu kepada semua orang khusunya orang Indonesia meski raganya nan jauh di negara Sakura. Ia juga menulis buku mengenai kehidupannya tentang matematika. Selain Jerome, Gita Savitri Devi pun juga menulis buku yang berjudul “Sebuah Kisah”, sebuah kisah yang menceritakan seorang none asli Jakarta yang survive kuliah di Jerman. Content creator dan influencer ini mengajak para subscribernya untuk peka terhadap lingkungan dan mengambil pelajaran dan informasi dari konten youtubenya.
Konten youtube yang sering ditonton mewakili karakter penonton. Begitu yang bisa dikatakan dari contoh nyata conten creator Youtube yang telah dijelaskan di atas. Seorang mahasiswa akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat bagi penontonnya. Seorang komikus akan memberikan konten mengenai komik, animasi, dan lain sebagainya. Begitupun sebaliknya, jika background seorang conten creator hanya untuk hiburan semata tanpa memberikan informasi kepada penonton.
Youtube akan memberikan dampak positif bagi penontonnya jika ia pandai memilih konten yang ditonton, pun juga akan berdampak negatif. Perubahan perilaku dan karakter ke arah yang lebih buruk bisa disebabkan oleh konten-konten video yang ditonton          

Feature: Membangun Literasi Desa Melalui KKN-MMK


Buku adalah jendela dunia, dengan membaca buku kita dapat menjelajahi dunia. Pengetahuan akan kita dapat melalui membaca, kualitas bangsa akan maju dengan sendirinya. Indonesia masih minim dalam hal membaca, khususnya anak desa yang pemberian bukunya belum merata. Pemerintah terkadang mengabaikannya, lupa akan generasi anak bangsa yang berada di desa membutuhkan taman baca atau perpustakaan keliling desa yang hanya dapat kita temui di kota.
Banyak potensi yang dapat dikembangkan di suatu desa. Mulai dari kekayaan alamnya yang masih asri, sumber daya manusia yang belum terkontaminasi, udara yang bebas polusi, namun terkadang masih ketinggalan dengan kemajuan teknologi yang semakin merambah di negeri ini.
Melek literasi harus ditanamkan sejak dini di seluruh pelosok negeri agar dapat mengikuti era globalisasi. Langkah pemerintah dalam upaya membangkitkan literasi guna memperbaiki kualitas bangsa ini harusnya selalu dicermati. Bukan hanya di kota-kota tapi juga sampai ke desa-desa.
KKN-MMK (Kuliah Kerja Nyata Mandiri Misi Khusus) merupakan salah satu program pengabdian dari Universitas Islam di Semarang yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa guna memenuhi persyaratatan kelulusan sarjana. Salah satu fakultas yang ada di UIN Semarang yaitu fakultas Sains dan Teknologi mengajukan KKN-MMK di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Diikuti oleh 12 mahasiswa aktif angkatan 2016. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 45 hari dimulai dari bulan Januari 2019.
Pengembangan sumber daya lokal desa Sembalun Lawang melalui pemberdayaan masyarakat guna perbaikan lingkungan, kualitas pendidikan, dan tumbuhnya ekonomi kreatif merupakan tema yang diusung dalam KKN MMK tersebut. Salah satu proker dari divisi pendidikan adalah membangun taman baca dan memberdayakan kepada anak-anak khususnya untuk memanfaatkan taman baca tersebut. Salah satu upaya membangun literasi desa di desa Sembalun. Rinjani’s Book Worm, nama taman baca yang akan diusung. Filosofinya adalah desa ini berada di kaki gunung Rinjani maka dari itu untuk mengembangkan sumber daya lokal, tim KKN ini memberi nama taman bacanya dengan embel-embel rinjani. Selain itu, salah satu upaya yang akan dikembangkan adalah diskusi dan bedah buku yang dinamai ”Literasi Bergizi” dengan tujuan meningkatkan kemampuan pelajar dalam berpikir kritis.
Buku-buku yang akan diletakkan di Rinjani’s Book Worm berasal dari buku hasil sumbangan dari para mahasiswa, sponsor toko buku, iuran tim KKN, dan dana sponsorship. Konten buku juga disesuaikan dengan sasaran pembacanya yaitu anak-anak. Diharapkan anak-anak menyukai kegiatan membaca sedari dini mungkin supaya menjadi kebiasaan baik yang akan mengantarkan mereka menjelajahi dunia dan mencapai cita-citanya.
“Desa Sembalun Lawang awalnya memiliki tempat baca namun gabung satu dengan warung kopi. Jadi penikmat kopi dapat menikmati kopinya sambal membaca buku yang telah disediakan. Semenjak gempa Lombok satu tahun yang lalu, entah itu alasan yang logis atau mitos belaka, tempat itu mulai dihancurkan.” Kata Hafidhaturrahma selaku pencetus KKN MMK Lombok Timur.
Sejak saat itulah upaya-upaya perbaikan di daerah Lombok TImur, Sembalun Lawang mulai dilakukan. Program KKN MMK inilah merupakan suatu ajang untuk mengenalkan kepada masyarakat Sembalun Lawang. Taman baca untuk desa Sembalun Lawang, khusus untuk membaca bukan taman baca untuk desa Sembaln Lawang, khusus untuk membaca bukan yang lain.





Sunday, November 3, 2019

Artikel: “Santrendelik: Nongkrong Tobat Nongkrong Bermartabat”


“Kita adalah lakon utama dalam hidup kita dan humor adalah sesuatu yang tak bisa lepas dari kisah hidup. Simple, kalau nggak jadi bahan candaan diri sendiri, ya jadi bahan humor orang lain. Tambah pahala bukan?” begitu celoteh Kang Dur biasa disapa, MC telat Kondang yang setia menjadi pembawa acara di Santrendelik malam itu, Kamis, 31 Oktober 2019. Sempat mati lampu dan hujan deras mengguyur tak menyurutkan para milenial meninggalkan acara Nongkrong Tobat Santrendelik bersama Kang Prie GS (Kartunis, Penulis Buku) dengan tema “Aku Hidupku Humorku”.
Live musik mengiringi acara Santrendelik bersama Kang Prie GS

Santrendelik, suatu kajian yang mengajak para muslim muslimat khususnya para pemuda milenial memperbaiki diri dengan mengikuti kajian yang dikemas mengikuti perkembangan zaman khususnya anak muda. Musik, nongkrong, dan kopi adalah hal yang identik dengan milenial sekarang. Hal itulah yang membuat  Duryanto, Kang Dur biasa disapa dibantu oleh teman-temannya atau biasa disebut Komunitas Tobaters Santrendelik membuat suatu acara pengajian dengan kemasan yang berbeda. Background anak muda menjadi pilihan dari acara ini. Live musik, kopi yang disuguhkan, tempat yang dibuat ala-ala tongkrongan anak muda benar benar berhasil menarik perhatian anak muda untuk mengikuti acara tersebut.
Awalnya Santrendelik ini adalah suatu komunitas Tobaters, orang-orang yang sama-sama memiliki tujuan menjadi lebih baik. 02 November 2014 Walikota Semarang, H. Hendrar Prihadi, S. E., M. M. meresmikan Komunitas Tobaters Santrindelik, pada hari itu juga telah diresmikan oleh Gubernur Jawa tengah, H. Ganjar Pranowo, SH. Pondok Pesantren Kontemporer Yayasan Santrendelik Kampung Tobat, serta peresmian Program Sedekah Produktif Bank Kambing Santrindelik oleh H. Dahlan Iskan.
Kegiatan rutin dari Santrindelik ini salah satunya adalah kajian yang dilaksanakan rutin setiap hari Kamis malam Jum’at pukul 19.00-22.00 WIB tanpa dipungut biaya dan disediakan aneka suguhan kopi, susu, dan snack lainnya. Kajian ini bertempat di suatu lahan kosong bertanamkan pohon jati, dibuat sedemikian rupa seperti tempat tongkrongan dengan lampu kerlap-kerlip diikuti suara music yang mengirinya, tepatnya di Jl. Kalialang Lama IX No. 44, Sukorejo, Gunungpati, Semarang. (Nova Riyani)

Saturday, October 26, 2019

Menumbuhkan Benih-benih Cinta Aljabar Melalui “Algebra Joint Seminar”


Semarang, 26 Oktober 2019 Jurusan Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika UIN Walisongo mengadakan acara seminar yang bernama “Algebra Joint Seminar”. Seminar ini diketuai oleh dosen muda matematika UIN Walisongo, Juanda Kelana Putra, M. Sc. yang sekaligus mengisi sambutan pertama.

 “Tujuan dari acara ini adalah menumbuhkan benih-benih cinta aljabar kepada khalayak ramai”, begitu ujarnya dalam penyampaian sambutan. Beliau juga menyampaikan bahwa acara ini awalnya adalah acara bulanan yang diadakan oleh para Komunitas Pecinta Aljabar (KPA) dari universitas-universitas di Yogyakarta, diantaranya: UGM, UAD, UNY, USD, dan UIN SUKA.  Dari situlah yang mendasari para peminat aljabar khususnya dosen-dosen bidang matematika analisis  UIN Walisongo dan beberap merupakan alumni dari UGM untuk mengadakan Algebra Joint Seminar di  UIN Walisongo Semarang yang dihadiri para dosen dan mahasiswa matematika  UGM, UAD, UNDIP, dan tuan rumah UIN Walisongo, bahkan ada juga dosen teknik informatika dari Del Instititute of Technology Sumatera Utara. Selain dari kalangan dosen, seminar ini juga dihadiri mahasiswa matematika UIN Walisongo dengan kuota yang telah ditentukan yaitu 50 orang. Tanpa dipungut biaya dengan ketentuan mahasiswa harus melakukan registrasi melalui tautan http://bit.ly/ajs_uinWS. Salah satu peserta seminar adalah Winang Dwi Afitasari, Mahasiswa program studi Matematika Murni angkatan 2017 yang kini menempuh semester 5.
Aku ikut seminar ini itu karena ada beberapa alasan mbak. Pertama, aslinya kepo sama nama seminarnya, keren gitu, Algebra. Wihh keren jadi pengen ikut gitu mbak. Terus yang kedua, ini bersangkutan dengan mata kuliah Struktur aljabar yang diampu oleh Pak kelana, jadi harus ikut mbak, dikasih tugasnya itu gitu dan belajar itu gak hanya di kelas, diseminarpun bisa. Yang terakhir karena tertarik dengan materi dan pematerinya.” Alasan mengapa Winang mengikuti Algebra Joint Seminar.
Algebra Joint Seminar diisi oleh tiga Narasumber dengan materi yang berbeda. Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Puguh wahyu Prasetyo, dosen muda dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Beliau menjelaskan tentang Pengantar teori radikal Ring, materi ini rupanya juga dijadikan oleh Dr. Puguh sebagai bahan disertasinya.
Teori Radikal Ring merupakan bagian dari Teori Ring yang masih perlu penyempurnaan dalam analisisnya karena penjelasan dari teori ini masih bolong-bolong, sehingga mari kita bersinergi dalam menyempurnakannya” Kata Dr. Puguh dalam menyampaikan jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Dosen Teknik Informatika dari Del Institute of technology Sumatera Utara. Sesi kedua disampaikan oleh Juanda Kelana Putra, M. Sc. dilanjutkan oleh Dini rahma Oktaviani, M. Si., keduanya adalah dosen muda dari UIN Walisongo yang bergantian menjelaskan tentang Pembuktian Lemma Kuratowski-Zorn dan Aplikasinya pada Aljabar.



Monday, September 30, 2019

Makalah Kolom dan Tajuk Rencana/ Editorial


MAKALAH
KOLOM DAN TAJUK RENCANA/ EDITORIAL
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata kuliah: Dasar-Dasar Jurnalistik
Dosen pengampu: Nanang Qosim, M. Pd.


Disusun Oleh :
Nova Riyani                      (1608056040)
Nujaimatul Mushoffa       (1608056067)

PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2019

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Berita memiliki bagian yang mengutarakan opini singkat seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat. Itulah yang dimaksud dengan kolom pada berita. Adapun  editorial atau tajuk rencana merupakan bagian tradisional dari surat kabar. Dalam radio dan televise,  editorial/tajuk rencana tidak begitu menonjol dan mendarah daging. Bahkan dalam surat kabar, tajuk rencana baru muncul seabad lalu yang dimulai di Amerika. Pada saat itulah penulisan tajuk rencana ditemukan menjadi terkenal ketika konsep penulisan berita secara objektif mulai menjadi keharusan. Dalam surat-surat kabar tajuk rencana biasanya ditempatkan di halaman opini dan biasanya ditulis oleh pemimpin redaksi surat kabar bersangkutan. Ia menempati sebuah kotak dua kolom yang memanjang ke bawah dan diletakkan disebelah pojok kiri atas halaman. Karena kekuatan atau kelemahan opini-opini dan semangat yang dinyatakan dalam tajuk rencana tentang suatu isu merupakan pernyataan seorang pribadi, tajuk rencana mencerminkan kepribadian – kepribadian mereka yang menulisnya (apakah ia pemimpin redaksi atau seorang redaktur yang ditugasi menulis tajuk rencana), meskipun ia dimaksudkan sebagai cerminan pendirian suatu Koran. Pada makalah ini akan dibahas mengenai kolom dan tajuk rencana.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan kolom?
2.      Bagaimana cara menulis kolom yang baik?
3.      Seperti apa contoh kolom itu?
4.      Apakah yang dimaksud dengan tajuk rencana/ editorial?
5.      Apa saja syarat penulis tajuk rencana/ editorial?
6.      Apa saja jenis-jenis tajuk rencana/ editorial?
7.      Bagaimana cara menyusun tajuk rencana/ editorial?
8.      Apa saja struktur tulisan tajuk rencana/ editorial?
9.      Apa saja aspek-aspek penulisan tajuk rencana/ editorial?
10.  Apa saja fungsi tajuk rencana/ editorial?
11.  Seperti apa contoh tajuk rencana/ editorial?
12.  Apa saja tipe-tipe tajuk rencana/ editorial?
13.  Bagaimana bentuk tajuk rencana/ editorial?
BAB II
PEMBAHASAN
A.    KOLOM
1.      Pengertian
Kolom adalah opini singkat seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat. Kolom lebih banyak mencerminkan cap pribadi penulis. Sifatnya memadat memakna. Bandingkan dengan sifat artikel yang lebih banyak memapar melebar. Kolom ditulis secara inferensial. Artikel ditulis secara referensial. Biasanya dalam tulisan kolom terdapat foto penulis. Sangat dianjurkan, tulisan kolom disertai foto penulis. Anjuran yang sama, justru tidak berlaku pada artikel (Haris Sumadiria, 2005: 3).
Kolom berasal dari bahasa Inggris, column. Orangnya disebut columnist. Dalam bahasa Inggris, istilah kolumnis diartikan sebagai penulis karangan khusus berupa komentar, saran, informasi, atau hiburan, pada surat kabar atau majalah secara reguler (Stewart, 1970:65).
Demikian juga dalam bahasa Indonesia, dijelaskan arti kolumnis sebagai penulis yang menyumbangkan artikel pada surat kabar atau majalah secara tetap (Anton Moeliono, 1989:451). Kadang-kadang tulisan dimaksud dikirimkan langsung untuk dimuat dalam surat kabar atau majalah. Namun di Barat biasanya para kolumnis menulis karangannya khusus untuk didistribusikan oleh sebuah sindikat kepada sejumlah surat kabar atau majalah (Suhandang, 2004:162-163).
Istilah column sendiri, diartikan sebagai artikel pada surat kabar atau berkala lainnya (Webster, 1957:64). Di samping itu column juga diartikan sebagai pilar yang dibuat untuk menyangga sesuatu yang berat, seperti atap atau bagian atas suatu bangunan (Fieldman, 1965:1250). Pada awalnya, panggilan kolumnis ditujukan kepada para abdi jurnalisme abad ke-20 yang pada abad ke-19 dikenal sebagai redaktur pengoreksi naskah. Pribadi-pribadi yang tidak dikenal dan selalu anonim pada halaman-halaman tajuk itu kini telah membangitkan para pembaca tulisannya untuk mengenal pribadinya secara langsung atau tidak, membawakan pandangan penerbit tempat mereka bertugas, sehingga para pembaca pun bisa memihak salah seorang dari mereka dan menganggapnya sebagai juru bicara surat kabarnya (Suhandang, 2004:163).
Sebelum 1920, para kolumnis seperti Eugene Field dan Franklin Pierce Adams, menerbitkan berbagai sajak, humor, lelucon yang aneh-aneh dan esai-esai ringan karangannya sendiri atau dari para kontributornya. Column gossip tentang skandal pribadi para tokoh, terutama dalam dunia hiburan, oleh para penulis seperti Walter Winchell berhasil dipopulerkan pada 1920-an. Problem sosial dan ekonomi 1930-an merangsang orang-orang “pintar” untuk mengembangkan pandangan politiknya, di antara Walter Lippmann, bekerja sama dengan para pengedar “informasi intern” dan ramalan seperti Drew Pearson (Suhandang, 2004:163-164).
Pada 1960-an ratusan column berisi hampir setiap segi kemanusiaan, dari soal cinta dan kesehatan sampai pada ilmu pengetahuan dan keuangan, muncul pada harian-harian berkala lainnya di Amerika dan Eropa. Bahkan di Indonesia lebih luas lagi isinya. Selain masalah kemanusiaan, juga masalah kebijakan para penguasa selalu menjadi sorotan para kolumnis yang kritis (Suhandang, 2004:163-164).
Kolom (article column) biasanya ditulis dengan gaya yang sangat ringan atau enteng dan diselingi humor-humor segar, walaupun masalahnya sangat serius (politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, keamanan, pendidikan, bencana, kecelakaan, kriminalitas, gaya hidup dan sebagainya).
Di tangan para kolumnis profesional, topik apapun yang dibahas, mulai dari yang ringan seperti masalah pakaian dinas pejabat, sampai yang berat seperti kecenderungan makin bayaknya wakil rakyat di tingkat kota dan kebupaten yang hobi memakan uang rakyat, tersaji dalam cerita singkat yang memikat, logis rasional, enak dibaca dan perlu. Benar-benar menggairahkan. Benar-benar menyegarkan (Haris Sumadiria, 2006:15).
Meskipun kolumnis bisa menulis tentang apa saja, tetapi ia haruslah “pakar” dalam suatu bidang dan merupakan seorang penulis yang seksama dan efektif. Selalu mengikuti perkembangan adalah penting dari segalanya (Hikmat Kusumaningrat, 2006:248).
2.      Cara Menulis di Kolom
Menulis kolom dalam koran dapat memberi tempat bagi penulis untuk berbagi pendapat atau menganalisis topik tertentu melalui sudut pandang mereka sendiri. Kolom dalam koran memang memberikan kebebasan besar, tetapi ada beberapa aturan yang harus diikuti untuk menulis kolom yang efektif. Agar dapat menarik perhatian pembaca perhatikan beberapa metode berikut:
a.       Mengembangkan dan Menyuarakan Pendapat
1)      Temukan nada. Sebagai kolumnis harus memiliki pendapat dan nada. Contohnya, nada suara bisa saja jenaka atau kelam ( http://businessjournalism.org/2014/04/the-art-of-column-writing/).
a)      Cara yang baik untuk menemukan suara adalah dengan membaca artikel koran yang memaparkan tentang fakta tertentu kemudian tulis bebas tanggapan Anda terhadap artikel tersebut. Lakukan hal ini menggunakan lima atau enam artikel kemudian catat bagaimana reaksi Anda. Anda mungkin akan sadar bahwa Anda selalu menggunakan nada yang sarkastis atau mungkin Anda selalu optimistis.
b)      Editor Anda dapat membantu memoles nada tulian Anda sehingga jangan takut menghubunginya.
2)      Miliki sebuah pendapat. Hal yang membedakan kolom dan artikel dalam koran adalah ada tidaknya pendapat. Kolom menyuarakan pendapat, sedangkan artikel hanya melaporkan fakta dengan objektif. Membentuk sebuah pendapat adalah cara yang baik untuk menyampaikan suara Anda. (http://www.elon.edu/e-web/news/writers/writing-opinions.xhtml)
a)      Cara yang baik untuk menguji pendapat Anda adalah dengan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah seseorang akan memiliki reaksi yang kuat terhadap artikel saya?” Jika jawaban pertanyaan ini adalah “iya”, Anda telah berhasil membentuk sebuah pendapat. Jika pendirian Anda tidak mendapat reaksi apa pun, Anda mungkin menulis pendapat yang netral.
b)      Pastikan Anda memiliki bukti yang mendukung pendapat Anda. Hal ini akan meyakinkan pembaca pada pendapat Anda.
3)      Bagikan pengalaman pribadi Anda. Salah satu cara untuk mengembangkan nada dan opini adalah dengan memanfaatkan pengalaman pribadi. Memasukkan anekdot dari pengalaman Anda membuat Anda terhubung dengan pembaca dan membuat cerita Anda lebih mudah dipercaya (https://styleguide.duke.edu/toolkits/writing-media/how-to-write-an-op-ed-article/). Jika Anda pernah mengalami situasi sulit saat berhadapan dengan biaya obat, mulailah kolom Anda dengan sebuah anekdot tentang pengalaman pribadi Anda sebelum menyuarakan pendapat tentang mahalnya harga obat untuk lansia.
4)      Tulis menggunakan kata ganti orang pertama. Karena kolom ditulis berdasarkan pendapat Anda, tuliskan menggunakan kata “saya”. Hal ini akan mengingatkan pembaca akan keberadaan Anda dan membantu memperlihatkan mana yang merupakan pendapat Anda (http://extension.missouri.edu/p/CM360). Daripada menulis, “Fasilitas untuk kuda balap seringkali tidak layak,” Anda dapat membuat pernyataan ini lebih meyakinkan dengan menggunakan kata ganti orang pertama. Contoh: “Fasilitas pacuan kuda yang pernah saya kunjungi sebagai seorang pelatih, seringkali tidak memenuhi kebutuhan kuda-kuda yang tinggal di dalamnya dan hal ini memengaruhi kinerja dan kesehatan mereka.”
b.      Memilih Topik
1)      Lihat-lihat kejadian terkini.  Pembaca akan sangat tertarik pada topik-topik yang mendominasi berita, seperti politik atau budaya pop, bukan kejadian yang tidak relevan. Pastikan Anda memperhatikan berita paling aktual dan bersiap memberikan pendapat Anda.
a)      Amati judul-judul artikel dalam beberapa koran dan majalah dan lihat berita apa yang paling populer. Isu-isu yang sering muncul di berbagai media adalah isu yang akan menarik perhatian publik.
b)      Seringkali kolom dalam koran membahas tentang politik, tetapi kolom tersebut juga dapat digunakan untuk mendiskusikan isu-isu sosial, seperti kondisi penjara.
2)      Pilih sudut pandang yang menarik untuk melihat topik Anda. Memberikan pendekatan yang segar terhadap topik tertentu dapat menarik perhatian pembaca pada kolom Anda. Melihat topik berita aktual dengan sudut pandang yang berbeda akan memancing respons pembaca (http://grammar.yourdictionary.com/grammar-rules-and-tips/tips-on-writing-newspaper-editorial-format.html).  
a)      Jangan takut untuk memasukkan diri Anda ke dalam topik. Gunakan pengalaman pribadi Anda untuk memberikan kesan unik pada kolom yang Anda tulis (https://letterpile.com/writing/Ten-Tips-For-Better-Column-and-Article-Writing).  
b)      Dalami berita secara detail dan ikuti ke mana detail berita tersebut membawa Anda. Mencermati detail berita dapat memancing ide baru (https://dailypost.wordpress.com/assignments/whats-your-angle/).
c)      Menggunakan sudut pandang lokal dapat membuat kolom Anda relevan untuk pembaca lokal.
3)      Pastikan Anda memiliki solusi untuk topik yang Anda pilih. Tawarkan solusi untuk pendapat yang Anda nyatakan. Pembaca umumnya mencari jawaban saat mereka membaca koran dan tugas Anda adalah memberikan jawaban tersebut (https://letterpile.com/writing/Ten-Tips-For-Better-Column-and-Article-Writing).
a)      Contohnya, jika Anda akan berkata, “Penggunaan sosial media oleh siswa selama jam sekolah mengurangi produktivitas siswa,” Anda seharusnya menyiapkan solusi agar siswa tidak menggunakan sosial media dan berkonsentrasi pada tugas-tugas mereka.
b)      Jika Anda memiliki pendapat yang kuat tentang topik tertentu, tetapi tidak memiliki solusi, tunda sampai Anda memiliki solusi yang lebih konkret.
c.       Menarik Perhatian Pembaca
1)      Buat judul yang menarik. Judul yang tepat akan memberikan informasi kepada pembaca tentang apa yang dapat mereka harapkan terhadap kolom Anda dan menarik perhatian mereka (https://goinswriter.com/catchy-headlines/).  
a)      Judul yang menarik kadang menggunakan angka, kata sifat yang menyenangkan, dan janji kepada pembaca.
b)      Contoh, “Bersihkan Noda dari Karpet Anda” adalah judul yang tidak menarik. Ubahlah menjadi: “3 Bahan Rumah Tangga Unik yang Dapat Menghilangkan Noda Anggur Merah.” Judul ini menggunakan angka, memberikan janji, dan memikat pembaca untuk mengetahui apa saja bahan rumah tangga tersebut.
2)      Buka dengan “kait” yang menarik perhatian pembaca. Buatlah kalimat pertama Anda memikat pembaca dengan kata-kata dan ide Anda. Ingatlah bahwa kalimat pembuka memberi fondasi untuk argumen Anda sehingga pastikan kalimat Anda relevan (https://goinswriter.com/catchy-headlines/).
a)      Contoh kalimat pembuka yang dapat menarik perhatian pembaca, antara lain: anekdot yang dramatis, pernyataan yang kontroversial, ironi dan kalimat yang cerdas, hasil studi baru, atau pernyataan yang mengakhiri kepercayaan umum terhadap sesuatu.
b)      Dalam kolom kesehatannya, kolumnis Oliver Burkeman memulai ceritanya: “Sekitar satu bulan yang lalu, dengan rasa malu, saya menyadari bahwa saya mengikat sepatu dengan cara yang salah seumur hidup saya.” Kalimat pembuka ini memancing perhatian pembaca dengan anekdot yang menarik dan membuat kita ingin membaca lebih lanjut tentang kesalahan apa yang dilakukannya dan bagaimana cara mengikat sepatu dengan cara yang benar.
3)      Ceritakan kepada pembaca kenapa mereka harus terus membaca. Saat Anda menulis artikel, pastikan setiap paragraf Anda menjawab pertanyaan: “Siapa peduli?” Jelaskan kenapa topik Anda relevan dan bagaimana topik tersebut memengaruhi mereka, baik positif atau negatif.
 (https://styleguide.duke.edu/toolkits/writing-media/how-to-write-an-op-ed-article/). Contoh, jika Anda menulis ketidaksetujuan Anda terhadap kebijakan pajak yang baru, Anda harus menjelaskan bahwa kebijakan ini akan menaikkan pajak yang harus dibayar pembaca.
4)      Tulis layaknya percakapan. Anda tidak diharapkan untuk melupakan tata tulis yang baik, tetapi sebaiknya hindari jargon, bahasa teknis, dan struktur kalimat yang kompleks. Apabila Anda menulis dengan gaya percakapan, Anda akan dapat mengomunikasikan poin Anda kepada pembaca dengan lebih efektif (http://extension.missouri.edu/p/CM360).
a)    Cobalah tulis dengan kalimat-kalimat pendek atau gunakan kontraksi agar tulisan Anda terdengar seperti percakapan.
b)    Anggaplah Anda menulis kepada teman dan sapa pembaca Anda secara langsung.
c)    Coba berbicara di dalam kepala Anda saat menulis kemudian bacalah dengan suara lantang untuk mengevaluasi bagaimana kolom Anda terdengar.
5)      Gunakan kalimat kerja aktif. Menggunakan kata kerja aktif akan terdengar lebih tegas dan memotong kalimat yang panjang-lebar. Kata kerja aktif yang kuat membantu Anda meyakinkan pembaca.
( www.earth.columbia.edu/sitefiles/file/pressroom/.../OpEdGuide.doc). “Dipercaya oleh Dewan Kota bahwa masyarakat telah ditipu oleh wali kota” adalah kalimat yang terlalu panjang dan membuat pembaca bertanya-tanya apakah Dewan Kota adalah sumber yang resmi. Tulislah, “Dewan Kota percaya bahwa wali kota telah menipu masyarakat.” Anda dapat melihat bahwa kata kerja aktif terdengar lebih tegas dan jelas.
d.      Mengatur Kolom
1)      Tulislah kolom pendek. Kolom dalam koran biasanya hanya mengakomodasi 400-800 kata sehingga Anda harus menulis poin Anda dengan ringkas
(http://ctb.ku.edu/en/table-of-contents/participation/promoting-interest/guest-columns-editorials/main). Biasakan mengurangi kata-kata dalam draf Anda. Setelah Anda membaca setiap kalimat, tanyakan kepada diri Anda sendiri, “Bagaimana kalimat ini memperkuat argumen saya?” Jika Anda tidak yakin, hilangkan dan baca kembali artikel Anda untuk melihat apakah hilangnya kalimat tersebut mengubah argumen Anda.
2)      Pastikan topik Anda jelas.  Topik dan sudut panjang Anda harus jelas dan terfokus karena kolom dalam koran umumnya pendek. Mulailah dengan menyatakan topik dan pendapat Anda di paragraf pembuka. Paragraf selanjutnya seharusnya berhubungan dengan ide yang Anda nyatakan di paragraf pertama. Jika Anda menulis bahwa hubungan jarak-jauh adalah hal yang buruk, sebutkan ide ini di paragraf pertama. Setiap paragraf selanjutnya seharusnya mendukung pernyataan ini dengan memaparkan bagaimana hubungan jarak-jauh menimbulkan masalah dalam aspek-aspek tertentu, seperti kepercayaan atau keromantisan.
3)      Lakukan penelitian. Walaupun kolom dalam koran memberikan kebebasan untuk menyuarakan opini, pendapat Anda harus didasari fakta. Mendukung pendapat dengan data akan membantu Anda meyakinkan pembaca (https://letterpile.com/writing/Ten-Tips-For-Better-Column-and-Article-Writing).
a)      Anda dapat melakukan penelitian di perpustakaan atau menggunakan komputer Anda, tetapi Anda juga dapat melakukan penelitian dengan mewawancarai orang yang terlibat dalam cerita Anda.
b)      Pastikan Anda selalu mengutip sumber Anda dengan benar.
c)      Jika Anda mengutip kata-kata seseorang, tuliskan nama sumber Anda dan keahlian mereka. Dengan begitu, pembaca dapat mengevaluasi apakah pernyataan orang tersebut dapat dipercaya.
4)      Gurnakan format Associated Press. Jurnalisme memiliki gaya tulis spesifik yang memastikan bahwa seluruh koran menggunakan panduan yang konsisten (https://owl.english.purdue.edu/owl/resource/735/02/). Tanda baca jurnalisme sangat berbeda dengan format bahasa pada umumnya sehingga Anda perlu mencermati format Associated Press.
3.      Contoh Kolom
Supaya lebih mudah, berikut disalin kolom:
Sang Calon
Pemilu sudah dilaksanakan lebih dari tujuh bulan. Tapi kini kita baru ribut memperbincangkan siapa yang panyas jadi presiden dan wakil presiden.
Dalam pemilu, seolah-olah rakyat membeli kucing dalam karung. Setelah rakyat memberikan suara, elite politik bertikai tentang kucing apa yang mereka berikan kepada rakyat…
Seharusnya, jauh sebelum pemilu, dalam konvensi, partai-partai menentukan calon mereka… (Ummat, No. 28 Thn III, 26 Januari 1998).
Kolom di atas ditulis M. Dawam Rahardjo di bawah nama rubrik “Perspektif”. Ia menggunakan judul singkat saja. Karena sedang aktual, judul itu pun langsung bisa ditangkap sebagai masalah yang akan dibahasa sang kolomnis. Dalam kolom itu, Dawam menuturkan opininya (kritik) tentang pencalonan presiden dan wakilnya, juga mengemukakan visi pribadinya tentang orang yang bagaimana yang layak menjadi presiden dan presiden.
B.     TAJUK RENCANA
1.      Pengertian
Surat kabar umumnya memiliki halaman pendapat atau opini yang sering disebut opinion page. Isinya beragam, mulai dari artikel (tulisan by line), pojok, karikatur dan salah satunya tajuk rencana atau ada yang menyebutnya editorial. Editorial dulu sering disebut “induk karangan” yang berasal dari bahasa Belanda: hoofd., artikel yang dalam bahasan Inggris sering disebut leader (Assegaf, 1983).
Tajuk rencana merupakan artikel yang dibuat jajaran redaksi atau orang yang diminta redaksi guna menulisnya. Tulisannya tidak terlalu panjang, diletakkan pada posisi yang tetap, biasanya dalam boks khusus. Tidak disebutkan siapa penulisnya, karena isi tulisan itu merupakan tanggung jawab redaksi dan merupakan pendapat dari media massa tentang suatu masalah (Risman Sikumbang, 2016: 231).
Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Kamisa, 1997) menyebutkan, tajuk rencana sebagai induk karangan. Tajuk berarti mahkota, sehingga tajuk rencana merupakan mahkota dari media cetak seperti surat kabar, tabloid atau majalah. Assegaf (1983) mengutip pendapat Lyle Spencer yang menyebutkan tajuk rencana merupakan pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis dan menarik, ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol sebegitu rupa, sehingga bagi kebanyakan pembaca surat kabar akan menyimak pentingnya arti berita yang ditajukkan tersebut.
Dengan pernyataan Spencer tersebut, dapat disimpulkan tajuk rencana harus berisi hal berikut:
a.       Pendapat
b.      Logis
c.       Singkat
d.      Menarik
e.       Mempengaruhi pendapat
2.      Syarat Penulis Tajuk
Karena tajuk merupakan opini redaksi dan menjadi induk karangan sebuah media, maka tidak semua wartawan dapat menulisnya.
Seorang penulis tajuk hendaknya: (https://romeltea.com/pengertian-tajukrencana-editorial-fungsi-jenis-dan-contohnya/, diakses pada tanggal 28 September 2019 pukul 10.15)
a.       Mengenal baik visi dan misi media karena tulisan tajuk mencerminkan hal
tersebut.
b.      Memiliki kedalaman analisis, sehingga mampu mengungkap sesuatu di balik
fakta dan menjangkau jauh ke depan.
c.       Berpengetahuan dan berwawasan luas karena sebuah peristiwa atau fakta
memiliki kaitan dengan fakta lain.
d.      Memiliki banyak referensi yang akan menjadu acuan dalam pengembangan
ide atau pemikirannya.
e.       Berkepala dingin, tidak emosional, agar ketika menulis tetap terjaga kejernihan berpikir dan suasana hati.
f.        Telah lama menjadi wartawan (seasonal reporter) sehingga mampu menjaga etika jurnalistik dan kepenulisan.
3.      Jenis-Jenis Tajuk Rencana
Dari segi tulisan, tajuk rencana dibagi menjadi empat sebagaimana fungsi editorial yang dikemukakan Wlliam M. Pinkerton
a.       Explaining the news
Menjelaskan berita dengan interpretasi dan sudut pandang subjektif.
b.      Filling in the background
Mengisi informasi latar belakang (filling backgroud information), yakni memberikan kaitan suatu berita dengan realitas sosial lainnya atau informa-
si tambahan.
c.       Forecasting the futur
Meramalkan masa depan (forcasting), yakni memprediksi apa yang akan dapat terjadi pada masa mendatang dengan atau akibat terjadinya suatu peristiwa.
d.      Passing moral judgment
Meneruskan suatu penilaian moral, yakni memberikan penilaian dan menyatakan sikap atas suatu peristiwa. Ada anggapan, tulisan tajuk mencerminkan apa yang terasa oleh hati-nurani masyarakat.
David Dary juga menyebutkan enam jenis editorial sebagai berikut:
a.       Informative Editorial, isinya menjelaskan fakta khusus.
b.      Interpretatif Editorial, isinya menjelaskan fakta penting yang tersembunyi.
c.       Argumentative Editorial, biasanya mengulas masalah politik yang menghen-
daki analisis logis sebab-akibat.
d.      Call-For-Action Editorial, isinya mengajak melakukan sesuatu.
e.       Persuasif Editorial, tajuk yang meyakinkan khalayak dengan sugesti.
f.        Entertaining Editorial, isinya menghibur, menyindir, atau humor.
4.      Cara Menyusun Tajuk Rencana
Adapun langkah membuat tajuk rencana adalah
a.       Pencarian ide dalam topik
b.      Seleksi dan penetapan topik
c.       Pembobotan substansi materi dan penetapan tesis dari keseluruhan uraian tajuk rencana
d.      Pelaksanaan penulisan
Adapun syarat sebuah tajuk rencana adalah sebagai berikut:
a.       Provokatif
Judul harus mampu membangkitkan minat dan perhatian khalayak terhadap uraian tajuk rencana kita. Tajuk rencana harus memiliki daya tarik tinggi mengingat bagi media pers fungsinya sangat strategis.
b.      Singkat dan Padat
Langsung masuk pada pokok bahasan dan disesuaikan dengan kolom yang tersedia.
c.       Relevan
Berkaitan dan sesuai dengan pokok bahasan. Tidak menyimpang dari topik. Judul yang baik harus diambil dari topik dan topik yang baik harus mencerminkan keseluruhan uraian.
d.      Fungsional
Fungsional memiliki arti setiap kata yang terdapat pada judul tajuk rencana bersifat mandiri, berdiri sendiri, tidak bergantung pada kata yang lain, serta memiliki arti yang tegas dan jelas.
e.       Informal
Hindari pola penulisan judul yang sifatnya kaku, dingin, dan terkesan formal. Usahakan judul yang disajikan menarik atraktif, hidup, dan segar.
f.        Representative
Judul yang sudah ditetapkan mewakili pokok bahasan. Merujuk pada logika dan kaidah penelitian ilmiah, judul tajuk rencana yang baik harus mengandung dua variabel: variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable).
g.      Merujuk pada Bahasan Buku
Judul harus sesuai dengan kaidah Bahasa dan disesuaikan dengan porsi dan mempertimbangkan kalangan pembaca.
5.      Struktur Tulisan Tajuk Rencana
Tulisan tajuk seperti kolom. Ia tidak mempunyai struktur tertentu. Namun umumnya, jika kita bedah tajuk-tajuk di berbagai media massa, strukturnya terdiri atas:
a.       Judul
b.      Intro
c.       Uraian
Bagian intro mengemukakan aktualitas masalah yang akan dibicarakan, misalnya dengan mengingatkan pembaca akan berita yang muncul sebelumnya. Setelah itu langsung uraian berisi opini penulisnya.
6.      Aspek-Aspek Penulisan Tajuk Rencana
a.       JudulOpin
Judul yang ditulis dalam tajuk rencana harus singkat, padat, jelas maupun juga menarik. Judul tajuk rencana yang menarik juga akan memberikan kesan yang mudah diingat oleh pembaca itu. dalam penulisan judul, alangkah baiknya tidak terlalu panjang maupun pendek, dan judul harus mewakili seluruh isi yang akan termuat dalam tajuk rencana atau editorial
b.      Latar Belakang Masalah
Sebelum penulis menulis tajuk rencana atau editorial, penulis harus banyak mengetahui sepenuhnya dimana latar belakang dan faktor-faktor yang akan menjadi penyebab masalah ataupun juga isu-isu yang sedang berkembang.
c.       Tokoh
Dalam tajuk rencana sering , biasanya terdapat tokoh yang akan dikaitkan dengan masalah maupun peristiwa yang akan terjadi. Materi tajuk rencana dapat juga berupa pujian untuk memuji sebuah hasil kinerja seseorang, tokoh, kelompok, ataupun pemerintah.
d.      Masalah
Penulis harus dapat mengambil masalah yang sering terjadi menjadi topik yang akan sangat menarik untuk di baca, sehingga pembaca akan disuguhkan informasi yang dapat dipahami dengan baik dan tidak banyak menimbulkan kesalahpahaman dalam masyarakat.           
e.       Peristiwa yang dijabarkan
Peristiwa yang akan dijabarkan dalam tajuk rencana harus runtut,yang artinya dipaparkan secara kronologis mengenai masalah yang sedang di bahas. Penulis harus menjelaskan peristiwa dengan sangat jelas. Maka dari itu juga biasanya di akhir paragraf terdapat penegasan ulang.
f.        Opini Penulis
Opini atau pendapat penulis dapat disampaikan dengan cara yang sopan,santun atau enak dibaca. Biasanya juga disela-sela pembahasan diselipkan beberapa lelucon, namun tetap elegan. Pada tahap ini penulis banyak memberikan tanggapan mengenai isu/permasalahan yang sedang terjadi. Penulis mencoba akan memberikan pandangan kritis mengenai masalah yang akan beredar dikalangan masyarakat.         
g.      Saran dan Solusi Permasalahan
Tidak hanya memberikan pendapat mengenai permasalahan yang ada, penulis juga banyak memberikan solusi atas permasalahan yang sedang terjadi. Penulis akan memberikan saran-saran yang berupa solusi yang dapat membangun. Penulis tidak boleh memberikan banyak saran dengan mencemooh maupun merendahkan pihak yang lainnya.
h.      Kesimpulan
Setelah menjelaskan dan memberikan saran atas permasalahan yang ada, langkah yang selanjutnya penulis harus memberikan kesimpulan terhadap isi tek tajuk rencana. Kesimpulan yang sering ditulis harus sesuai dengan isi tajuk rencana, sehingga tidak banyak menyebabkan karancuan.      
7.      Fungsi Tajuk Rencana
Menurut Assegaf (1997), fungsi tajuk rencana terdiri atas berikut ini:
a.       Menjelaskan berita. Tajuk rencana menjelaskan suatu berita atau peristiwa. Penulis tajuk bertindak sebagai guru bagi masyarakat atau konsumen media tersebut. Misalnya, penulis menjelaskan apa arti kebijakan yang diambil dan apa dampaknya bagi masyarakat.
b.      Mengisi latar belakang. Tajuk rencana berfungsi memberikan kaitan sesuatu berita dengan kenyataan-kenyataan social lainnya. Penulis tajuk rencana tersebut dapat melengkapi berita tersebut dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Dengan memasukkan bahan-bahan yang dikuasai penulis tajuk rencana, pembaca akan dapat memahami suatu berita dalam cakrawala baru dan facet-facet yang sebelumnya tidak terlihat.
c.       Meramalkan masa depan. Tajuk rencana berfungsi menganalisis “ramalan” atau prediksi, apa yang akan terjadi akibat dari suatu berita atau peristiwa. Dengan demikian, berbagi pihak dapat berjaga-jaga atau memanfaatkan sesuatu di masa depan.
d.      Meneruskan suatu penilaian moral. Sejak lama penulis tajuk rencana mencerminkan apa yang dirasakan hati nurani masyarakat. Karena itu, penulis tajuk rencana diharapkan memihak dan memberikan penilaain serta argumentasi dari penilaian yang dilakukannya. Dalam fungsi ini, penulis tajuk rencana memberikan penilaian dan sikapnya atas suatu peristiwa atau pendapat.
8.      Contoh Tajuk Rencana
Supaya lebih mudah, berikut disalin tajuk rencana
“Persiapan Semarang Menyambut Mudik”
Posisinya yang berada di antara Jawa bagian barat dan timur mengakibatkan Kota Semarang menjadi lintasan atau transit para pemudik, baik yang menggunakan jalur laut, darat, maupun udara. Arus mudik telah masuk lewat Pelabuhan Tanjung Emas. Sejumlah kapal motor merapat dengan membawa ratusan penumpang. Mereka berasal dari beberapa daerah di Kalimantan. Dari Semarang mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke beberapa daerah di Jawa Tengah.
Arus mudik jalur darat memang belum terlihat. Belum ada lonjakan penumpang di moda transportasi kereta api dan bus. Untuk kereta api diprediksi peningkatan penumpang akan terjadi pada H-10 hingga H+10 Lebaran. Di Stasiun Poncol diperkirakan meningkat sekitar 50 persen, sementara Stasiun Tawang lebih dari 14 persen. Penumpang angkutan bus biasanya meningkat pada H-7 Lebaran. Sebuah agen bus mengungkapkan, dari hari biasa yang 200 penumpang biasanya naik jadi 900 penumpang.
Pemudik dengan kendaraan sendiri, baik bersepeda motor maupun mengendarai mobil, diperkirakan juga tetap besar. Apalagi dengan penawaran jalan tol yang bisa sampai Gringsing, sehingga kemungkinan menyedot arus mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi. Pemudik yang membawa sepeda motor juga perlu memperoleh perhatian dan pelayanan khusus, baik yang datang dengan berkendara atau memaketkan sepeda motornya lewat darat maupun laut.
Sejak sekarang perlu disiapkan posko-posko untuk memantau dan mengamankan mudik Lebaran. Pengendalian lalu lintas diperlukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di satu jalur atau kawasan. Posko itu juga bisa berfungsi sebagai rest area dan pelayanan kesehatan bagi pengendara sepeda motor yang lelah setelah berkendara berjam-jam. Selain itu petugas perlu berjaga di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan, seperti di sekitar pasar tradisional.
Pemkot juga perlu segera menata dan membereskan sarana dan prasarana, mulai rute, rambu, dan penerangan jalan yang akan dilalui pemudik. Rute dan rambu yang jelas akan memberikan kejelasan arah bagi mereka, sementara penerangan akan memberikan rasa nyaman dan aman ketika mereka harus berkendara pada malam hari. Perhatian juga perlu diberikan kepada proyek yang belum selesai seperti underpass Jatingaleh. Material yang masih berserakan perlu dirapikan.
Masih cukup waktu bagi Pemkot Semarang untuk menyiapkan diri guna melayani kebutuhan para pemudik, baik yang menjadikan Semarang sebagai tujuan atau sebagai tempat transit. Melayani para pemudik yang melintas layaknya tamu menjadi keniscayaan. Perlu dipastikan mereka mendapat kenyamanan dan keamanan berkendara. Juga akan segera mendapatkan perawatan jika di perjalanan jatuh sakit. Dengan demikian Semarang bisa menjadi kota yang ramah bagi para pemudik. (Sumber : Dikutip dari suara merdeka.com)
9.      Tipe-Tipe Tajuk Rencana
Suara Koran sekolah /kampus di muat di halaman editorial. Staf tajuk rencana biasanya memunculkan opini yang paling menonjol. Tajuk rencana ini dapat di tulis dengan alasan yang beragam, seperti untuk mengentreperensikan kejadian (berita), mengkritik sesuatu yang telah terjadi, mengajak untuk orang berbuat sesuatu, atau mendukung perubahan dan mengajak pembaca mengikuti suatu sudut pandang. Adapun tipe-tipe tajuk rencana adalah sebagai berikut:
a.       Tajuk rencana advokasi
Tajuk rencana yang menginterperensikan, menjelaskan, dan membujuk dan mendukung perubahan biasanya dihubungkan dengan suatu berita penting yang ada di dalam Koran tersebut. Tajuk rencana ini dapat memberi tahu pembaca mengapa kejadian-kejadian itu penting. Selain itu juga bisa menjelaskan dengan signifikansi ide tau kondisi tertentu. Dalam beberapa kasus, tajuk rencana mendefinisikan term dan isu, mengindentifikasi sosok dalam faktor dan merangkap latar belakang history, cultural, geografis, dan kondisi lainnya. Usaha menulis untuk membujuk membujuk pembaca untuk kesimpulan tertentu bisa jadi dilakukan dengan halus dan terselubung.
b.      Tajuk rencana pemecahan masalah
Tajuk rencana solusi problem adalah tipe lazim yang dijumpai di koran-koran. Terkadang dinamakan “tajuk rencana kritik” tipe tajuk rencana ini dipakai saat staf tajuk rencana ini menarik perhatian pada suatu problem atau ingin mengkritik tindakan seseorang. Karena koran perlu bertindak secara bertanggung jawab, maka fakta harus di sajikan untuk mendukung kritik atau untuk menjelaskan sebaba-sebab masalah, dan solusi harus di tawarkan. Proses tiga langkah ini mirip dengan metode ilmiah: pernyataan problem, penyajian bukti dan kesimpulan dengan usulan solusi.
c.       Tajuk rencana penghargaan
Tajuk rencana penghargaan adalah salah satu pilihan bagi penulis tajuk rencana. Banyak komunitas, termasuk sekolah dan kampus sebuah koran punya status dan pusat kekuasaan. Karena posisinya itu, koran mengamati apa yang terjadi di kampus atau di lingkungan lain. Koran dapat memuji orang atau kelompok itu menjadi tenar.
Jika koran mempubliskan lebih dari satu tajuk rencana di setiap edisi, maka salah satunya bisa berupa tajuk rencana penghargaan. Jika koran hanya mempublis satu tajuk rencana di setiap edisi keputusan untuk menulis tajuk rencana ini harus dipertimbangkan dengan cermat, dan yang dipuji atau dihargai mereka yang memang pantsa mendapatkan nya. Orang atau kelompok juga dapat dipuji di kolom opini.
d.      Komentar tajuk rencana singkat
            Keringkasan mempunyai manfaat sendiri, dan tajuk rencana satu atau dua paragraf bisa jadi efektif. Bentuk ini paling berguna jika hanya satu poin atau sedikit bukti latar belakang informasi yang perlu diberikan. Terkadang tajuk rencana seperti ini punya judul kolom, seperti “Ten Second Editorial.”
e.       Tajuk rencana pendek
            Tipe tajuk rencana lain, yang populer di pers mahasiswa, adalah tajuk rencana ringkas. Ia berbeda dalam hal panjang dan penataannya, seperti di tunjukan namanya tajuk rencana ini ringakas, dari satu kata sampai beberapa kalimat saja. Biasanya tajuk rencana pendek dikelompokkan bersama sebagai heading kolom, mencakup pujian atau kritik.
            Tajuk rencana pendek juga bisa komentar bermacam-macam: satu pujian tau kritik tidak selalu terkait dengan berita lainnya di kolom.  Koran mahasiswa terkadang memberi nama sendiri seperti “thumb up, thumb down,” “cheers and jeers” atau mereka menggunakan huruf unik untuk mengekspresikan rasa senang atau tidak senang. Banyak komentar singkat ini tidak hanya ditunjukkan pada kampus atau sekolah, tetapi juga seluruh mahasiswa terkadang isi nya bernada humor atau menunjukkan perubahan dalam gaya dan kultur popular.
f.         Tajuk rencana kartun
            Mungkin bentuk yang paling ringkas adalah tajuk rencana kartun. Dalam beberapa kata atau satu-dua kalimat, kartunis dapat melakukan hal-hal yang dilakukan penulis tajuk rencana mengomentari, mengkritik, menginterpretasikan, membujuk dan menghibur. Kartun dan bentuk seni lainnya merupakan komentar favorit  bagi banyak pembaca.
            Kartun dapat berdiri sendiri, tanpa terkait dengan topik di halaman tajuk rencana, atau dapat dikaitkan juga dengan tajuk rencana. Dengan gaya lukis dan nada tulisan yang khas, penulis kartun mengembangkan opini dan pelukisnya sering menggunakan karikatur (ciri fisik yang di lebih-lebihkan) pelukis lebih banyak keleluasaan untuk membuat sesuatu yang lebih lucu, satire, ironis, dan bahkan menyengat.
10.  Bentuk Tajuk Rencana
Menurut Supriyanto (1986), bentuk tajuk rencana yang sering ditulis redaksi media massa adalah sebagai berikut:
a.       Tajuk Interpretatif
Tajuk interpretatif merupakan tajuk rencana yang memaparkan pendapat tentang suatu masalah yang muncul di masyarakat. Tujuan penulisan tajuk seperti ini untuk menyajikan pendapat redaksi guna memperoleh opini publik atau membnetuk opini tertentu di tengah masyarakat pembacanya.
b.      Tajuk Kritik
Tajuk rencana yang menyajikan kritik konstruktif disampaikan redaksi media terhadap keganjilan di masyarakat. Tujuannya supaya terjadi perubahan di masyarakat yang dilakukan lembaga berwenang demi kepentingan umum.
c.       Tajuk Persuasif
 persuasif atau membujuk bertujuan mengajak masyarakat melakukan perbuatan tertentu demi kepentingan umum. Dicoba membuat contoh editorial yang persuasif tersebut dengan target semua orang terlibat mengikuti yang disarankan dalam tulisan itu.
d.      Tajuk Pujian
Tajuk yang berisi pujian yang ditampilkan guna memupuk rasa kebersamaan demi suatu tujuan tertentu. Juga sering digunakan seseorang atau sekelompok orang yang berprestasi di bidang atau profesinya demi kepentingan bangsa dan negara.
































BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kolom adalah opini singkat seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat. Kolom lebih banyak mencerminkan cap pribadi penulis. Sifatnya memadat memakna. Bandingkan dengan sifat artikel yang lebih banyak memapar melebar. Kolom ditulis secara inferensial. Artikel ditulis secara referensial. Biasanya dalam tulisan kolom terdapat foto penulis. Sangat dianjurkan, tulisan kolom disertai foto penulis.
Sedangkan Editorial atau Tajuk rencana adalah sikap, pandangan atau pendapat penerbit terhadap masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan masyarakat. opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal, atau kontroversial yang berkembang di masyarakat. Opini yang ditulis pihak redaksi diasumsikan mewakili redaksi sekaligus mencerminkan pendapat dan sikap resmi media yang bersangkutan. Menulis tajuk memerlukan situasi dan kondisi tertentu yang sangat dipengaruhi oleh peristiwa atau kejadia dalam pemberitaan sehari-hari. Tajuk tidak bisa mengupas suatu kejadian yang sudah lama berlangsung.
Tajuk rencana merupakan suara lembaga maka tidak ditulis dengan mencantumkan nama penulisnya, seperti halnya menulis berita atau features. Idealnya tajuk rencana adalah pekerjaan, dan hasil dari pemikiran kolektif dari segenap awak media. Jadi proses sebelum penulisan tajuk rencana, terlebih dahulu diadakan rapat redaksi yang dihadiri oleh pemimpin redaksi, redaktur pelaksana serta segenap jajaran redaktur yang berkompeten, untuk menentukan sikap bersama terhadap suatu permasalahan krusial yang sedang berkembang di masyarakat atau dalam kebijakan pemerintah.
B.     Kritik dan Saran
Semoga dengan makalah yang telah kami tulis dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca. Semoga dapat menambah wawasan tentang Dasar-Dasar Jurnalistik khususnya dalam materi Kolom dan Tajuk Rencana/ Editorial. Segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami butuhkan guna perbaikan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Assegaf, Dja’far H., 1983. Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Barus, Sedia Willing. 2010. Jurnalistik; Petunjuk Teknis Menulis Berita. Jakarta: Erlangga
Kamisa. 1997. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Kartika.
Kusumaningrat. 2006. Jurnalistik Teori & Praktik, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya).
Rolnicki, Tom E. 2008. Pengantar Dasar Jurnalisme “Scholastic Journalism”. (Jakarta: Prenada Media Group).
Sikumambang, Risman. 2016. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sumadiria, Haris. 2005. Menulis Artikel Dan Tajuk Rencana Panduan Praktik Menulis Dan Jurnalis Profesional. (Bandung: Simbiosa Rekatama Media).
Sumadiria, Haris. 2006. Jusnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media)
Supriyanto, Hendri. 1986. Pers Khusus. Malang: Warta Kasih.
Sutarni, Sri & Sukardi. 2008. Bahasa Indonesia 3; SMA Kelas XII, (Jakarta: Perpustakaan Nasional).


BIODATA PENULIS
1.      Penulis I
A.    Identitas Diri
1
Nama Lengkap
Nova Riyani
2
Jenis Kelamin
Perempuan
3
Program Studi
Pendidikan Matematika
4
NIM
1608056040
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Karanganyar, 10 November 1998
6
Alamat E-mail
7
Nomor Telepon/HP
08560114373



B.     Riwayat Pendidikan

SD
SMP
SMA
Nama Sekolah
MI Muh. Wonorejo
MTs Negeri Gondangrejo
MAN 1 Surakarta
Jurusan


IPA
Tahun Masuk-Lulus
2007-2012
2012-2014
2014-2016

C.  Penghargaan Yang Pernah Diterima *)
No
Jenis Penghargaan
Pihak Pemberi Penghargaan
 Tahun
1
Juara II Lomba Inovas Teknologi Tepat Guna
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang
2018
2
Juara Harapan I Lomba Media Pembelajaran
HMJ Tadris Matematika IAIN Salatiga
2018

2.      Penulis II
A.    Identitas Diri
1
Nama Lengkap
Nujaimatul Mushoffa
2
Jenis Kelamin
Perempuan
3
Program Studi
Pendidikan Matematika
4
NIM
1608056067
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Jepara, 15 Mei 1996
6
Alamat E-mail
7
Nomor Telepon/HP
08562582559

B.     Riwayat Pendidikan

SD
SMP
SMA
Nama Sekolah
MI An-Nuur Daren
MTs Manba’ul Ulum Gebog
MA NU Nurussalam
Jurusan


IPA
Tahun Masuk-Lulus
2002-2007
2007-2010
2011-2014

C.     Penghargaan Yang Pernah Diterima *)
No
Jenis Penghargaan
Pihak Pemberi Penghargaan
 Tahun
1
Juara III Tahfidz 30 Juz  Tingkat Umum Se Kota Semarang
Walikota Semarang
2019
2
Juara II Tahfidz 30 Juz  Tingkat Umum Se Kota Semarang
Walikota Semarang
2018