Literasi digital adalah ketertarikan,
sikap, dan kemampuan individu yang menggunakan teknologi digital dan alat
komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis, dan
mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi
dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.
Youtube adalah salah satu aplikasi yang sekrang dengan mudah dapat di install
di hp pengguna. Suatu aplikasi yang memberikan kesempatan seseorang untuk
mengupload suatu video yang dapat ditonton oleh khalayak umum. Orang yang
membuat video dan menguload video ke youtube disebut youtuber. Orang yang
mengikuti akun youtube dari seorang youtuber dinamakan subscriber.
Youtuber, pekerjaan ala milenial yang
kini digeluti oleh semua kalangan. Pekerjaan yang hanya mengandalkan kamera
untuk dijadikan sebuah video lalu ditayangkan di youtube sangat meracuni negeri
akhir-akhir ini. Tua, muda, hingga anak-anak tak ingin ketinggalan untuk membuat
suatu konten video atau hanya melihat sebagai penonton saja. Dari satu video
youtube tersebut ternyata membuka peluang rupiah bagi pembuatnya, atau sering
disebut. Jika suatu akun youtube yang telah menayangkan video dan
berhasil memikat penonton untuk melihatnya serta mampu membujuk penonton untuk
mengikuti akun tersebut atau nama istilahnya adalah subscribe ternyata
pihak Youtube akan menggajinya dan memberikan penghargaan yang dikenal dengan
sebutan Youtube Play Button. Youtube Play Button ini ternyata memiliki
tingkatan sesuai subscriber yang didapat, yaitu: Silver Play Button untuk
100.000 subscribers, Gold Play Button untuk 1 juta subscibers,
Diamond Play Button untuk 10 juta subscibers, dan terakhir Custom
Play Button untuk 50 juta subscribers.
Awalnya, youtube dikenal di kalangan
tertentu saja dan hanya menayangkan video-video ulang dari suatu program di
televisi dan masih jarang orang-orang berkunjung di aplikasi ini. Mulai tahun
2010-an orang-orang mulai bermunculan membuat konten video youtube sesuai
dengan passion yang dimiliki. Misalkan Youtube channel Bayu Skak yang
menayangkan video-video lucu berdurasi 8-10 menitan. Berawal dari konten-konten
youtube yang Ia buat membawa Ia menjadi seorang sutradara film saat ini. Film
yang sudah Ia garap adalah Yo Wis Ben 1 dan Yo Wis Ben 2. Dibantu oleh seorang
sutradara senior Fajar Nugros, film ini mampu menyemarakkan bioskop di seluruh
Indonesia. Dari film itu juga Bayu Eko Moektito nama lengkapnya dikeluarkan
dari Universitas Negeri Malang dengan sangat terhormat. Bayu diwisuda setelah
memproduksi film Yo Wis Ben 1, suatu prestasi yang membanggakan tentunya.
Hingga saat ini Bayu masih meng-upload video-video di youtube. Ia pernah
mengatakan bahwa Ia akan mengupload video yang mempunyai konten menarik dan
bermanfaat bagi penontonnya.
Namun nyatanya, saking banyaknya orang
yang berlomba-lomba mengunggah video ke channel youtube, konten yang diunggah
tidak diperhatikan. Konten yang disuguhkan kurang variatif, misalkan video prank
(bohongan) dari suatu channel youtube. Setiap unggahan video kontennya
hanya prank hal ini tentu akan membuat penonton merasa bosan. Terkadang
juga konten yang diunggah tidak memberi manfaat atau informasi kepada
penontonnya.
Sah-sah saja seseorang mengunggah
konten video ke youtube, hanya saja lebih diperhatikan konten yang akan
diunggah, apakah itu pantas ditonton di semua kalangan? pun juga jika konten
yang tidak boleh ditonton oleh anak kecil maka seharusnya ditulis keterangan
pada judul videonya. Hal itu dikarenakan youtube dapat diakses oleh semua umat
dan kalangan.
Anak kecil adalah pribadi peniru yang
sangat pintar. Apapun yang ia lihat akan segera ditiru olehnya, baik itu bagus
untuk dirinya maupun sebaliknya. Karena, anak kecil belum bisa membedakan
keduanya. Perlu pengawasan ekstra dari orangtua.
Akhir-akhir ini youtube meroket bebas.
Orang-orang lebih memilih menunggu konten youtube dibanding televisi, selain
program televisi yang bisa dilihat di youtube, program-program lain yang
bervariatif dapat kita temukan di aplikasi ini. Untuk itu perlunya kita
menyaring konten yang akan kita tonton terlebih lagi jika kita mempunyai adik
yang masih kecil. Diharapkan kerja sama kepada konten creator untuk lebih
memperhatikan konten yang diunggah. Setiap konten kreator memiliki kekhasan
dalam mengunggah videonya. Creator yang mengunggah video bermanfaat, creator
yang hanya ingin menambah subscriber tanpa memikirkan konten, creator yang
menginginkan uang, dan lain sebagainya, dan masih banyak lagi tujuan seseorang
mengunggah video ke youtube. Seorang konten creator youtube mempengaruhi video
youtube yang ia unggah.
Tak hanya itu, background dari creator
pun juga mempengaruruhi konten yang akan diunggah. Misalnya Youtuber asal
Surabaya yang kini sedang menempuh studi di Jepang, Jerome Polin. Ia
menggunakan video youtube untuk memberikan informasi kepada khalayak umum,
bagaimana keseharian anak rantau yang belajar di negeri orang. Tak hanya itu,
video yang ia buat berkaitan dengan studi yang ia jalani saat ini. Matematika
adalah jurusan yang ia ambil, tak ingin melewatkan kesempatan di youtube, video
tentang matematika ia unggah dengan maksud memberikan ilmu kepada semua orang
khusunya orang Indonesia meski raganya nan jauh di negara Sakura. Ia juga
menulis buku mengenai kehidupannya tentang matematika. Selain Jerome, Gita
Savitri Devi pun juga menulis buku yang berjudul “Sebuah Kisah”, sebuah kisah
yang menceritakan seorang none asli Jakarta yang survive kuliah di Jerman. Content
creator dan influencer ini mengajak para subscribernya untuk peka
terhadap lingkungan dan mengambil pelajaran dan informasi dari konten
youtubenya.
Konten youtube yang sering ditonton
mewakili karakter penonton. Begitu yang bisa dikatakan dari contoh nyata conten
creator Youtube yang telah dijelaskan di atas. Seorang mahasiswa akan
berusaha memberikan konten yang bermanfaat bagi penontonnya. Seorang komikus
akan memberikan konten mengenai komik, animasi, dan lain sebagainya. Begitupun
sebaliknya, jika background seorang conten creator hanya untuk hiburan
semata tanpa memberikan informasi kepada penonton.
Youtube akan memberikan dampak positif
bagi penontonnya jika ia pandai memilih konten yang ditonton, pun juga akan
berdampak negatif. Perubahan perilaku dan karakter ke arah yang lebih buruk
bisa disebabkan oleh konten-konten video yang ditonton
No comments:
Post a Comment