Friday, December 13, 2019

Kolom: Literasi Digital, Youtuber Untuk Subscriber



Literasi digital adalah ketertarikan, sikap, dan kemampuan individu yang menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat. Youtube adalah salah satu aplikasi yang sekrang dengan mudah dapat di install di hp pengguna. Suatu aplikasi yang memberikan kesempatan seseorang untuk mengupload suatu video yang dapat ditonton oleh khalayak umum. Orang yang membuat video dan menguload video ke youtube disebut youtuber. Orang yang mengikuti akun youtube dari seorang youtuber dinamakan subscriber.
Youtuber, pekerjaan ala milenial yang kini digeluti oleh semua kalangan. Pekerjaan yang hanya mengandalkan kamera untuk dijadikan sebuah video lalu ditayangkan di youtube sangat meracuni negeri akhir-akhir ini. Tua, muda, hingga anak-anak tak ingin ketinggalan untuk membuat suatu konten video atau hanya melihat sebagai penonton saja. Dari satu video youtube tersebut ternyata membuka peluang rupiah bagi pembuatnya, atau sering disebut. Jika suatu akun youtube yang telah menayangkan video dan berhasil memikat penonton untuk melihatnya serta mampu membujuk penonton untuk mengikuti akun tersebut atau nama istilahnya adalah subscribe ternyata pihak Youtube akan menggajinya dan memberikan penghargaan yang dikenal dengan sebutan Youtube Play Button. Youtube Play Button ini ternyata memiliki tingkatan sesuai subscriber yang didapat, yaitu: Silver Play Button untuk 100.000 subscribers, Gold Play Button untuk 1 juta subscibers, Diamond Play Button untuk 10 juta subscibers, dan terakhir Custom Play Button untuk 50 juta subscribers.
Awalnya, youtube dikenal di kalangan tertentu saja dan hanya menayangkan video-video ulang dari suatu program di televisi dan masih jarang orang-orang berkunjung di aplikasi ini. Mulai tahun 2010-an orang-orang mulai bermunculan membuat konten video youtube sesuai dengan passion yang dimiliki. Misalkan Youtube channel Bayu Skak yang menayangkan video-video lucu berdurasi 8-10 menitan. Berawal dari konten-konten youtube yang Ia buat membawa Ia menjadi seorang sutradara film saat ini. Film yang sudah Ia garap adalah Yo Wis Ben 1 dan Yo Wis Ben 2. Dibantu oleh seorang sutradara senior Fajar Nugros, film ini mampu menyemarakkan bioskop di seluruh Indonesia. Dari film itu juga Bayu Eko Moektito nama lengkapnya dikeluarkan dari Universitas Negeri Malang dengan sangat terhormat. Bayu diwisuda setelah memproduksi film Yo Wis Ben 1, suatu prestasi yang membanggakan tentunya. Hingga saat ini Bayu masih meng-upload video-video di youtube. Ia pernah mengatakan bahwa Ia akan mengupload video yang mempunyai konten menarik dan bermanfaat bagi penontonnya.
Namun nyatanya, saking banyaknya orang yang berlomba-lomba mengunggah video ke channel youtube, konten yang diunggah tidak diperhatikan. Konten yang disuguhkan kurang variatif, misalkan video prank (bohongan) dari suatu channel youtube. Setiap unggahan video kontennya hanya prank hal ini tentu akan membuat penonton merasa bosan. Terkadang juga konten yang diunggah tidak memberi manfaat atau informasi kepada penontonnya.
Sah-sah saja seseorang mengunggah konten video ke youtube, hanya saja lebih diperhatikan konten yang akan diunggah, apakah itu pantas ditonton di semua kalangan? pun juga jika konten yang tidak boleh ditonton oleh anak kecil maka seharusnya ditulis keterangan pada judul videonya. Hal itu dikarenakan youtube dapat diakses oleh semua umat dan kalangan.
Anak kecil adalah pribadi peniru yang sangat pintar. Apapun yang ia lihat akan segera ditiru olehnya, baik itu bagus untuk dirinya maupun sebaliknya. Karena, anak kecil belum bisa membedakan keduanya. Perlu pengawasan ekstra dari orangtua.
Akhir-akhir ini youtube meroket bebas. Orang-orang lebih memilih menunggu konten youtube dibanding televisi, selain program televisi yang bisa dilihat di youtube, program-program lain yang bervariatif dapat kita temukan di aplikasi ini. Untuk itu perlunya kita menyaring konten yang akan kita tonton terlebih lagi jika kita mempunyai adik yang masih kecil. Diharapkan kerja sama kepada konten creator untuk lebih memperhatikan konten yang diunggah. Setiap konten kreator memiliki kekhasan dalam mengunggah videonya. Creator yang mengunggah video bermanfaat, creator yang hanya ingin menambah subscriber tanpa memikirkan konten, creator yang menginginkan uang, dan lain sebagainya, dan masih banyak lagi tujuan seseorang mengunggah video ke youtube. Seorang konten creator youtube mempengaruhi video youtube yang ia unggah.
Tak hanya itu, background dari creator pun juga mempengaruruhi konten yang akan diunggah. Misalnya Youtuber asal Surabaya yang kini sedang menempuh studi di Jepang, Jerome Polin. Ia menggunakan video youtube untuk memberikan informasi kepada khalayak umum, bagaimana keseharian anak rantau yang belajar di negeri orang. Tak hanya itu, video yang ia buat berkaitan dengan studi yang ia jalani saat ini. Matematika adalah jurusan yang ia ambil, tak ingin melewatkan kesempatan di youtube, video tentang matematika ia unggah dengan maksud memberikan ilmu kepada semua orang khusunya orang Indonesia meski raganya nan jauh di negara Sakura. Ia juga menulis buku mengenai kehidupannya tentang matematika. Selain Jerome, Gita Savitri Devi pun juga menulis buku yang berjudul “Sebuah Kisah”, sebuah kisah yang menceritakan seorang none asli Jakarta yang survive kuliah di Jerman. Content creator dan influencer ini mengajak para subscribernya untuk peka terhadap lingkungan dan mengambil pelajaran dan informasi dari konten youtubenya.
Konten youtube yang sering ditonton mewakili karakter penonton. Begitu yang bisa dikatakan dari contoh nyata conten creator Youtube yang telah dijelaskan di atas. Seorang mahasiswa akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat bagi penontonnya. Seorang komikus akan memberikan konten mengenai komik, animasi, dan lain sebagainya. Begitupun sebaliknya, jika background seorang conten creator hanya untuk hiburan semata tanpa memberikan informasi kepada penonton.
Youtube akan memberikan dampak positif bagi penontonnya jika ia pandai memilih konten yang ditonton, pun juga akan berdampak negatif. Perubahan perilaku dan karakter ke arah yang lebih buruk bisa disebabkan oleh konten-konten video yang ditonton          

No comments:

Post a Comment