Sunday, November 3, 2019

Artikel: “Santrendelik: Nongkrong Tobat Nongkrong Bermartabat”


“Kita adalah lakon utama dalam hidup kita dan humor adalah sesuatu yang tak bisa lepas dari kisah hidup. Simple, kalau nggak jadi bahan candaan diri sendiri, ya jadi bahan humor orang lain. Tambah pahala bukan?” begitu celoteh Kang Dur biasa disapa, MC telat Kondang yang setia menjadi pembawa acara di Santrendelik malam itu, Kamis, 31 Oktober 2019. Sempat mati lampu dan hujan deras mengguyur tak menyurutkan para milenial meninggalkan acara Nongkrong Tobat Santrendelik bersama Kang Prie GS (Kartunis, Penulis Buku) dengan tema “Aku Hidupku Humorku”.
Live musik mengiringi acara Santrendelik bersama Kang Prie GS

Santrendelik, suatu kajian yang mengajak para muslim muslimat khususnya para pemuda milenial memperbaiki diri dengan mengikuti kajian yang dikemas mengikuti perkembangan zaman khususnya anak muda. Musik, nongkrong, dan kopi adalah hal yang identik dengan milenial sekarang. Hal itulah yang membuat  Duryanto, Kang Dur biasa disapa dibantu oleh teman-temannya atau biasa disebut Komunitas Tobaters Santrendelik membuat suatu acara pengajian dengan kemasan yang berbeda. Background anak muda menjadi pilihan dari acara ini. Live musik, kopi yang disuguhkan, tempat yang dibuat ala-ala tongkrongan anak muda benar benar berhasil menarik perhatian anak muda untuk mengikuti acara tersebut.
Awalnya Santrendelik ini adalah suatu komunitas Tobaters, orang-orang yang sama-sama memiliki tujuan menjadi lebih baik. 02 November 2014 Walikota Semarang, H. Hendrar Prihadi, S. E., M. M. meresmikan Komunitas Tobaters Santrindelik, pada hari itu juga telah diresmikan oleh Gubernur Jawa tengah, H. Ganjar Pranowo, SH. Pondok Pesantren Kontemporer Yayasan Santrendelik Kampung Tobat, serta peresmian Program Sedekah Produktif Bank Kambing Santrindelik oleh H. Dahlan Iskan.
Kegiatan rutin dari Santrindelik ini salah satunya adalah kajian yang dilaksanakan rutin setiap hari Kamis malam Jum’at pukul 19.00-22.00 WIB tanpa dipungut biaya dan disediakan aneka suguhan kopi, susu, dan snack lainnya. Kajian ini bertempat di suatu lahan kosong bertanamkan pohon jati, dibuat sedemikian rupa seperti tempat tongkrongan dengan lampu kerlap-kerlip diikuti suara music yang mengirinya, tepatnya di Jl. Kalialang Lama IX No. 44, Sukorejo, Gunungpati, Semarang. (Nova Riyani)

2 comments: