MAKALAH
KOLOM DAN TAJUK RENCANA/ EDITORIAL
Disusun
Guna Memenuhi Tugas
Mata
kuliah: Dasar-Dasar Jurnalistik
Dosen
pengampu: Nanang Qosim, M. Pd.
Disusun
Oleh :
Nova
Riyani (1608056040)
Nujaimatul Mushoffa (1608056067)
PENDIDIKAN
MATEMATIKA
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2019
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Berita memiliki bagian yang mengutarakan opini singkat seseorang yang
lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan
atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat. Itulah yang
dimaksud dengan kolom pada berita. Adapun editorial atau tajuk rencana merupakan bagian tradisional dari surat
kabar. Dalam radio dan televise, editorial/tajuk rencana tidak begitu
menonjol dan mendarah daging. Bahkan dalam surat kabar, tajuk rencana baru
muncul seabad lalu yang dimulai di Amerika. Pada saat itulah penulisan tajuk
rencana ditemukan menjadi terkenal ketika konsep penulisan berita secara
objektif mulai menjadi keharusan. Dalam surat-surat kabar tajuk rencana
biasanya ditempatkan di halaman opini dan biasanya ditulis oleh pemimpin redaksi
surat kabar bersangkutan. Ia menempati sebuah kotak dua kolom yang memanjang ke
bawah dan diletakkan disebelah pojok kiri atas halaman. Karena kekuatan atau
kelemahan opini-opini dan semangat yang dinyatakan dalam tajuk rencana tentang
suatu isu merupakan pernyataan seorang pribadi, tajuk rencana mencerminkan
kepribadian – kepribadian mereka yang menulisnya (apakah ia pemimpin redaksi
atau seorang redaktur yang ditugasi menulis tajuk rencana), meskipun ia
dimaksudkan sebagai cerminan pendirian suatu Koran. Pada makalah ini akan
dibahas mengenai kolom dan tajuk rencana.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apakah yang dimaksud dengan kolom?
2.
Bagaimana cara menulis kolom yang baik?
3.
Seperti apa contoh kolom itu?
4.
Apakah yang dimaksud dengan tajuk rencana/ editorial?
5.
Apa saja syarat penulis tajuk rencana/ editorial?
6.
Apa saja jenis-jenis tajuk rencana/ editorial?
7.
Bagaimana cara menyusun tajuk rencana/ editorial?
8.
Apa saja struktur tulisan tajuk rencana/ editorial?
9.
Apa saja aspek-aspek penulisan tajuk rencana/ editorial?
10.
Apa saja fungsi tajuk rencana/ editorial?
11.
Seperti apa contoh tajuk rencana/ editorial?
12.
Apa saja tipe-tipe tajuk rencana/ editorial?
13.
Bagaimana bentuk tajuk rencana/ editorial?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
KOLOM
1.
Pengertian
Kolom adalah opini singkat
seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap
suatu persoalan atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat. Kolom lebih banyak
mencerminkan cap pribadi penulis. Sifatnya memadat memakna. Bandingkan dengan
sifat artikel yang lebih banyak memapar melebar. Kolom ditulis secara
inferensial. Artikel ditulis secara referensial. Biasanya dalam tulisan kolom
terdapat foto penulis. Sangat dianjurkan, tulisan kolom disertai foto penulis.
Anjuran yang sama, justru tidak berlaku pada artikel (Haris Sumadiria, 2005: 3).
Kolom berasal dari bahasa
Inggris, column. Orangnya disebut columnist. Dalam
bahasa Inggris, istilah kolumnis diartikan sebagai penulis karangan khusus
berupa komentar, saran, informasi, atau hiburan, pada surat kabar atau majalah
secara reguler (Stewart, 1970:65).
Demikian juga dalam bahasa
Indonesia, dijelaskan arti kolumnis sebagai penulis yang menyumbangkan artikel
pada surat kabar atau majalah secara tetap (Anton Moeliono, 1989:451). Kadang-kadang
tulisan dimaksud dikirimkan langsung untuk dimuat dalam surat kabar atau
majalah. Namun di Barat biasanya para kolumnis menulis karangannya khusus
untuk didistribusikan oleh sebuah sindikat kepada sejumlah surat kabar atau
majalah (Suhandang, 2004:162-163).
Istilah column sendiri,
diartikan sebagai artikel pada surat kabar atau berkala lainnya (Webster, 1957:64). Di samping itu column juga
diartikan sebagai pilar yang dibuat untuk menyangga sesuatu yang berat, seperti
atap atau bagian atas suatu bangunan (Fieldman, 1965:1250). Pada awalnya,
panggilan kolumnis ditujukan kepada para abdi jurnalisme abad ke-20 yang pada
abad ke-19 dikenal sebagai redaktur pengoreksi naskah. Pribadi-pribadi yang
tidak dikenal dan selalu anonim pada halaman-halaman tajuk itu kini telah
membangitkan para pembaca tulisannya untuk mengenal pribadinya secara langsung
atau tidak, membawakan pandangan penerbit tempat mereka bertugas, sehingga para
pembaca pun bisa memihak salah seorang dari mereka dan menganggapnya sebagai
juru bicara surat kabarnya (Suhandang, 2004:163).
Sebelum 1920, para kolumnis
seperti Eugene Field dan Franklin Pierce Adams, menerbitkan berbagai sajak,
humor, lelucon yang aneh-aneh dan esai-esai ringan karangannya sendiri atau
dari para kontributornya. Column gossip tentang skandal
pribadi para tokoh, terutama dalam dunia hiburan, oleh para penulis seperti
Walter Winchell berhasil dipopulerkan pada 1920-an. Problem sosial dan ekonomi
1930-an merangsang orang-orang “pintar” untuk mengembangkan pandangan
politiknya, di antara Walter Lippmann, bekerja sama dengan para pengedar
“informasi intern” dan ramalan seperti Drew Pearson (Suhandang, 2004:163-164).
Pada 1960-an ratusan column berisi
hampir setiap segi kemanusiaan, dari soal cinta dan kesehatan sampai pada ilmu
pengetahuan dan keuangan, muncul pada harian-harian berkala lainnya di Amerika
dan Eropa. Bahkan di Indonesia lebih luas lagi isinya. Selain masalah
kemanusiaan, juga masalah kebijakan para penguasa selalu menjadi sorotan para
kolumnis yang kritis (Suhandang, 2004:163-164).
Kolom (article column) biasanya
ditulis dengan gaya yang sangat ringan atau enteng dan diselingi humor-humor
segar, walaupun masalahnya sangat serius (politik, ekonomi, sosial, budaya,
hukum, keamanan, pendidikan, bencana, kecelakaan, kriminalitas, gaya hidup dan
sebagainya).
Di tangan para kolumnis
profesional, topik apapun yang dibahas, mulai dari yang ringan seperti
masalah pakaian dinas pejabat, sampai yang berat seperti
kecenderungan makin bayaknya wakil rakyat di tingkat kota dan kebupaten
yang hobi memakan uang rakyat, tersaji dalam cerita singkat
yang memikat, logis rasional, enak dibaca dan perlu. Benar-benar menggairahkan.
Benar-benar menyegarkan (Haris Sumadiria, 2006:15).
Meskipun kolumnis bisa menulis
tentang apa saja, tetapi ia haruslah “pakar” dalam suatu bidang dan merupakan
seorang penulis yang seksama dan efektif. Selalu mengikuti perkembangan adalah
penting dari segalanya (Hikmat Kusumaningrat, 2006:248).
2.
Cara Menulis di
Kolom
Menulis kolom dalam koran dapat memberi tempat bagi
penulis untuk berbagi pendapat atau menganalisis topik tertentu melalui sudut
pandang mereka sendiri. Kolom dalam koran memang memberikan kebebasan besar,
tetapi ada beberapa aturan yang harus diikuti untuk menulis kolom yang efektif.
Agar dapat menarik perhatian pembaca perhatikan beberapa metode
berikut:
a.
Mengembangkan dan Menyuarakan Pendapat
1)
Temukan nada. Sebagai kolumnis
harus memiliki pendapat dan nada. Contohnya, nada suara bisa saja jenaka atau
kelam ( http://businessjournalism.org/2014/04/the-art-of-column-writing/).
a)
Cara
yang baik untuk menemukan suara adalah dengan membaca artikel koran yang
memaparkan tentang fakta tertentu kemudian tulis bebas tanggapan Anda terhadap artikel tersebut.
Lakukan hal ini menggunakan lima atau enam artikel kemudian catat bagaimana
reaksi Anda. Anda mungkin akan sadar bahwa Anda selalu menggunakan nada yang
sarkastis atau mungkin Anda selalu optimistis.
b)
Editor Anda dapat membantu memoles nada tulian Anda sehingga jangan
takut menghubunginya.
2)
Miliki sebuah pendapat. Hal yang
membedakan kolom dan artikel dalam koran adalah ada tidaknya pendapat. Kolom
menyuarakan pendapat, sedangkan artikel hanya melaporkan fakta dengan objektif.
Membentuk sebuah pendapat adalah cara yang baik untuk menyampaikan suara Anda. (http://www.elon.edu/e-web/news/writers/writing-opinions.xhtml)
a)
Cara
yang baik untuk menguji pendapat Anda adalah dengan bertanya kepada diri
sendiri, “Apakah seseorang akan memiliki reaksi yang kuat terhadap artikel
saya?” Jika jawaban pertanyaan ini adalah “iya”, Anda telah berhasil membentuk
sebuah pendapat. Jika pendirian Anda tidak mendapat reaksi apa pun, Anda
mungkin menulis pendapat yang netral.
b)
Pastikan
Anda memiliki bukti yang mendukung pendapat Anda. Hal ini akan meyakinkan pembaca
pada pendapat Anda.
3)
Bagikan pengalaman
pribadi Anda. Salah satu cara untuk
mengembangkan nada dan opini adalah dengan memanfaatkan pengalaman pribadi.
Memasukkan anekdot dari pengalaman Anda membuat Anda terhubung dengan pembaca
dan membuat cerita Anda lebih mudah dipercaya (https://styleguide.duke.edu/toolkits/writing-media/how-to-write-an-op-ed-article/). Jika Anda pernah mengalami situasi sulit saat berhadapan
dengan biaya obat, mulailah kolom Anda dengan sebuah anekdot tentang pengalaman
pribadi Anda sebelum menyuarakan pendapat tentang mahalnya harga obat untuk
lansia.
4)
Tulis menggunakan kata ganti orang
pertama. Karena
kolom ditulis berdasarkan pendapat Anda, tuliskan menggunakan kata “saya”. Hal
ini akan mengingatkan pembaca akan keberadaan Anda dan membantu memperlihatkan
mana yang merupakan pendapat Anda (http://extension.missouri.edu/p/CM360). Daripada menulis,
“Fasilitas untuk kuda balap seringkali tidak layak,” Anda dapat membuat
pernyataan ini lebih meyakinkan dengan menggunakan kata ganti orang pertama.
Contoh: “Fasilitas pacuan kuda yang pernah saya kunjungi sebagai seorang
pelatih, seringkali tidak memenuhi kebutuhan kuda-kuda yang tinggal di dalamnya
dan hal ini memengaruhi kinerja dan kesehatan mereka.”
b.
Memilih Topik
1)
Lihat-lihat kejadian terkini. Pembaca akan sangat tertarik pada topik-topik yang
mendominasi berita, seperti politik atau budaya pop, bukan kejadian yang tidak
relevan. Pastikan Anda memperhatikan berita paling aktual dan bersiap
memberikan pendapat Anda.
a)
Amati
judul-judul artikel dalam beberapa koran dan majalah dan lihat berita apa yang
paling populer. Isu-isu yang sering muncul di berbagai media adalah isu yang
akan menarik perhatian publik.
b)
Seringkali
kolom dalam koran membahas tentang politik, tetapi kolom tersebut juga dapat
digunakan untuk mendiskusikan isu-isu sosial, seperti kondisi penjara.
2)
Pilih sudut
pandang yang menarik untuk melihat topik Anda. Memberikan pendekatan yang segar terhadap topik tertentu
dapat menarik perhatian pembaca pada kolom Anda. Melihat topik berita aktual
dengan sudut pandang yang berbeda akan memancing respons pembaca (http://grammar.yourdictionary.com/grammar-rules-and-tips/tips-on-writing-newspaper-editorial-format.html).
a)
Jangan
takut untuk memasukkan diri Anda ke dalam topik. Gunakan pengalaman pribadi
Anda untuk memberikan kesan unik pada kolom yang Anda tulis (https://letterpile.com/writing/Ten-Tips-For-Better-Column-and-Article-Writing).
b)
Dalami
berita secara detail dan ikuti ke mana detail berita tersebut membawa Anda.
Mencermati detail berita dapat memancing ide baru (https://dailypost.wordpress.com/assignments/whats-your-angle/).
c)
Menggunakan
sudut pandang lokal dapat membuat kolom Anda relevan untuk pembaca lokal.
3)
Pastikan Anda
memiliki solusi untuk topik yang Anda pilih. Tawarkan solusi untuk pendapat yang Anda nyatakan. Pembaca
umumnya mencari jawaban saat mereka membaca koran dan tugas Anda adalah
memberikan jawaban tersebut (https://letterpile.com/writing/Ten-Tips-For-Better-Column-and-Article-Writing).
a)
Contohnya,
jika Anda akan berkata, “Penggunaan sosial media oleh siswa selama jam sekolah
mengurangi produktivitas siswa,” Anda seharusnya menyiapkan solusi agar siswa
tidak menggunakan sosial media dan berkonsentrasi pada tugas-tugas mereka.
b)
Jika
Anda memiliki pendapat yang kuat tentang topik tertentu, tetapi tidak memiliki
solusi, tunda sampai Anda memiliki solusi yang lebih konkret.
c.
Menarik Perhatian
Pembaca
1)
Buat judul yang
menarik. Judul yang tepat akan
memberikan informasi kepada pembaca tentang apa yang dapat mereka harapkan
terhadap kolom Anda dan menarik perhatian mereka (https://goinswriter.com/catchy-headlines/).
a)
Judul
yang menarik kadang menggunakan angka, kata sifat yang menyenangkan, dan janji
kepada pembaca.
b)
Contoh,
“Bersihkan Noda dari Karpet Anda” adalah judul yang tidak menarik. Ubahlah
menjadi: “3 Bahan Rumah Tangga Unik yang Dapat Menghilangkan Noda Anggur
Merah.” Judul ini menggunakan angka, memberikan janji, dan memikat pembaca
untuk mengetahui apa saja bahan rumah tangga tersebut.
2)
Buka dengan “kait”
yang menarik perhatian pembaca. Buatlah
kalimat pertama Anda memikat pembaca dengan kata-kata dan ide Anda. Ingatlah
bahwa kalimat pembuka memberi fondasi untuk argumen Anda sehingga pastikan
kalimat Anda relevan (https://goinswriter.com/catchy-headlines/).
a)
Contoh
kalimat pembuka yang dapat menarik perhatian pembaca, antara lain: anekdot yang
dramatis, pernyataan yang kontroversial, ironi dan kalimat yang cerdas, hasil
studi baru, atau pernyataan yang mengakhiri kepercayaan umum terhadap sesuatu.
b)
Dalam
kolom kesehatannya, kolumnis Oliver Burkeman memulai ceritanya: “Sekitar satu
bulan yang lalu, dengan rasa malu, saya menyadari bahwa saya mengikat sepatu
dengan cara yang salah seumur hidup saya.” Kalimat pembuka ini memancing
perhatian pembaca dengan anekdot yang menarik dan membuat kita ingin membaca
lebih lanjut tentang kesalahan apa yang dilakukannya dan bagaimana cara
mengikat sepatu dengan cara yang benar.
3)
Ceritakan kepada
pembaca kenapa mereka harus terus membaca. Saat Anda menulis artikel, pastikan setiap paragraf Anda
menjawab pertanyaan: “Siapa peduli?” Jelaskan kenapa topik Anda relevan dan
bagaimana topik tersebut memengaruhi mereka, baik positif atau negatif.
(https://styleguide.duke.edu/toolkits/writing-media/how-to-write-an-op-ed-article/). Contoh, jika Anda menulis ketidaksetujuan Anda terhadap
kebijakan pajak yang baru, Anda harus menjelaskan bahwa kebijakan ini akan
menaikkan pajak yang harus dibayar pembaca.
4)
Tulis
layaknya percakapan. Anda tidak
diharapkan untuk melupakan tata tulis yang baik, tetapi sebaiknya hindari
jargon, bahasa teknis, dan struktur kalimat yang kompleks. Apabila Anda menulis
dengan gaya percakapan, Anda akan dapat mengomunikasikan poin Anda kepada
pembaca dengan lebih efektif (http://extension.missouri.edu/p/CM360).
a)
Cobalah
tulis dengan kalimat-kalimat pendek atau gunakan kontraksi agar tulisan Anda
terdengar seperti percakapan.
b)
Anggaplah
Anda menulis kepada teman dan sapa pembaca Anda secara langsung.
c)
Coba
berbicara di dalam kepala Anda saat menulis kemudian bacalah dengan suara
lantang untuk mengevaluasi bagaimana kolom Anda terdengar.
5)
Gunakan kalimat
kerja aktif. Menggunakan kata kerja
aktif akan terdengar lebih tegas dan memotong kalimat yang panjang-lebar. Kata
kerja aktif yang kuat membantu Anda meyakinkan pembaca.
( www.earth.columbia.edu/sitefiles/file/pressroom/.../OpEdGuide.doc). “Dipercaya oleh Dewan Kota bahwa masyarakat telah ditipu oleh
wali kota” adalah kalimat yang terlalu panjang dan membuat pembaca
bertanya-tanya apakah Dewan Kota adalah sumber yang resmi. Tulislah, “Dewan
Kota percaya bahwa wali kota telah menipu masyarakat.” Anda dapat melihat bahwa
kata kerja aktif terdengar lebih tegas dan jelas.
d.
Mengatur Kolom
1)
Tulislah kolom
pendek. Kolom dalam koran
biasanya hanya mengakomodasi 400-800 kata sehingga Anda harus menulis poin Anda
dengan ringkas
(http://ctb.ku.edu/en/table-of-contents/participation/promoting-interest/guest-columns-editorials/main). Biasakan mengurangi kata-kata dalam draf Anda. Setelah Anda
membaca setiap kalimat, tanyakan kepada diri Anda sendiri, “Bagaimana kalimat
ini memperkuat argumen saya?” Jika Anda tidak yakin, hilangkan dan baca kembali
artikel Anda untuk melihat apakah hilangnya kalimat tersebut mengubah argumen
Anda.
2) Pastikan topik Anda jelas. Topik dan sudut panjang Anda harus jelas dan terfokus
karena kolom dalam koran umumnya pendek. Mulailah dengan menyatakan topik dan
pendapat Anda di paragraf pembuka. Paragraf selanjutnya seharusnya berhubungan
dengan ide yang Anda nyatakan di paragraf pertama. Jika Anda menulis bahwa
hubungan jarak-jauh adalah hal yang buruk, sebutkan ide ini di paragraf
pertama. Setiap paragraf selanjutnya seharusnya mendukung pernyataan ini dengan
memaparkan bagaimana hubungan jarak-jauh menimbulkan masalah dalam aspek-aspek
tertentu, seperti kepercayaan atau keromantisan.
3)
Lakukan
penelitian. Walaupun kolom dalam koran memberikan kebebasan untuk
menyuarakan opini, pendapat Anda harus didasari fakta. Mendukung pendapat
dengan data akan membantu Anda meyakinkan pembaca (https://letterpile.com/writing/Ten-Tips-For-Better-Column-and-Article-Writing).
a) Anda dapat melakukan penelitian di perpustakaan atau
menggunakan komputer Anda, tetapi Anda juga dapat melakukan penelitian dengan
mewawancarai orang yang terlibat dalam cerita Anda.
b) Pastikan Anda selalu mengutip sumber Anda dengan benar.
c) Jika
Anda mengutip kata-kata seseorang, tuliskan nama sumber Anda dan keahlian
mereka. Dengan begitu, pembaca dapat mengevaluasi apakah pernyataan orang
tersebut dapat dipercaya.
4)
Gurnakan
format Associated Press. Jurnalisme memiliki gaya tulis spesifik yang memastikan bahwa
seluruh koran menggunakan panduan yang konsisten (https://owl.english.purdue.edu/owl/resource/735/02/). Tanda baca jurnalisme sangat berbeda dengan format bahasa
pada umumnya sehingga Anda perlu mencermati format Associated Press.
3.
Contoh Kolom
Supaya
lebih mudah, berikut disalin kolom:
Sang Calon
Pemilu sudah dilaksanakan lebih dari
tujuh bulan. Tapi kini kita baru ribut memperbincangkan siapa yang panyas jadi
presiden dan wakil presiden.
Dalam pemilu, seolah-olah rakyat
membeli kucing dalam karung. Setelah rakyat memberikan suara, elite politik
bertikai tentang kucing apa yang mereka berikan kepada rakyat…
Seharusnya, jauh sebelum pemilu,
dalam konvensi, partai-partai menentukan calon mereka… (Ummat, No. 28 Thn III,
26 Januari 1998).
Kolom di atas
ditulis M. Dawam Rahardjo di bawah nama rubrik “Perspektif”. Ia menggunakan
judul singkat saja. Karena sedang aktual, judul itu pun langsung bisa ditangkap
sebagai masalah yang akan dibahasa sang kolomnis. Dalam kolom itu, Dawam
menuturkan opininya (kritik) tentang pencalonan presiden dan wakilnya, juga
mengemukakan visi pribadinya tentang orang yang bagaimana yang layak menjadi
presiden dan presiden.
B.
TAJUK RENCANA
1.
Pengertian
Surat kabar umumnya memiliki halaman pendapat atau
opini yang sering disebut opinion page.
Isinya beragam, mulai dari artikel (tulisan by
line), pojok, karikatur dan salah satunya tajuk rencana atau ada yang
menyebutnya editorial. Editorial dulu sering disebut “induk karangan” yang
berasal dari bahasa Belanda: hoofd.,
artikel yang dalam bahasan Inggris sering disebut leader (Assegaf, 1983).
Tajuk rencana merupakan artikel yang dibuat jajaran
redaksi atau orang yang diminta redaksi guna menulisnya. Tulisannya tidak
terlalu panjang, diletakkan pada posisi yang tetap, biasanya dalam boks khusus.
Tidak disebutkan siapa penulisnya, karena isi tulisan itu merupakan tanggung
jawab redaksi dan merupakan pendapat dari media massa tentang suatu masalah
(Risman Sikumbang, 2016: 231).
Kamus Lengkap
Bahasa Indonesia (Kamisa, 1997)
menyebutkan, tajuk rencana sebagai induk karangan. Tajuk berarti mahkota,
sehingga tajuk rencana merupakan mahkota dari media cetak seperti surat kabar,
tabloid atau majalah. Assegaf (1983) mengutip pendapat Lyle Spencer yang
menyebutkan tajuk rencana merupakan pernyataan mengenai fakta dan opini secara
singkat, logis dan menarik, ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan untuk
mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang
menonjol sebegitu rupa, sehingga bagi kebanyakan pembaca surat kabar akan menyimak
pentingnya arti berita yang ditajukkan tersebut.
Dengan pernyataan Spencer tersebut, dapat disimpulkan
tajuk rencana harus berisi hal berikut:
a.
Pendapat
b.
Logis
c.
Singkat
d.
Menarik
e.
Mempengaruhi
pendapat
2.
Syarat Penulis
Tajuk
Karena tajuk merupakan
opini redaksi dan menjadi induk karangan sebuah media, maka tidak semua
wartawan dapat menulisnya.
Seorang penulis tajuk
hendaknya: (https://romeltea.com/pengertian-tajukrencana-editorial-fungsi-jenis-dan-contohnya/, diakses pada tanggal 28 September 2019 pukul 10.15)
a. Mengenal
baik visi dan misi media karena tulisan tajuk mencerminkan hal
tersebut.
tersebut.
b. Memiliki
kedalaman analisis, sehingga mampu mengungkap sesuatu di balik
fakta dan menjangkau jauh ke depan.
fakta dan menjangkau jauh ke depan.
c. Berpengetahuan
dan berwawasan luas karena sebuah peristiwa atau fakta
memiliki kaitan dengan fakta lain.
memiliki kaitan dengan fakta lain.
d. Memiliki
banyak referensi yang akan menjadu acuan dalam pengembangan
ide atau pemikirannya.
ide atau pemikirannya.
e. Berkepala
dingin, tidak emosional, agar ketika menulis tetap
terjaga kejernihan berpikir dan suasana hati.
f.
Telah lama menjadi
wartawan (seasonal reporter) sehingga mampu menjaga etika jurnalistik dan
kepenulisan.
3.
Jenis-Jenis Tajuk
Rencana
Dari
segi tulisan, tajuk rencana dibagi menjadi empat
sebagaimana fungsi editorial yang dikemukakan Wlliam M. Pinkerton
a. Explaining the news
Menjelaskan berita dengan
interpretasi dan sudut pandang subjektif.
b. Filling in the background
Mengisi informasi latar
belakang (filling backgroud information), yakni memberikan kaitan suatu berita
dengan realitas sosial lainnya atau informa-
si tambahan.
si tambahan.
c. Forecasting the futur
Meramalkan masa depan
(forcasting), yakni memprediksi apa yang akan dapat terjadi pada masa mendatang
dengan atau akibat terjadinya suatu peristiwa.
d. Passing moral judgment
Meneruskan suatu
penilaian moral, yakni memberikan penilaian dan menyatakan sikap atas suatu
peristiwa. Ada anggapan, tulisan tajuk mencerminkan apa yang terasa oleh
hati-nurani masyarakat.
David Dary juga menyebutkan enam jenis editorial sebagai
berikut:
a.
Informative Editorial,
isinya menjelaskan fakta khusus.
b.
Interpretatif Editorial,
isinya menjelaskan fakta penting yang tersembunyi.
c.
Argumentative Editorial,
biasanya mengulas masalah politik yang menghen-
daki analisis logis sebab-akibat.
daki analisis logis sebab-akibat.
d.
Call-For-Action
Editorial, isinya mengajak melakukan sesuatu.
e.
Persuasif Editorial, tajuk
yang meyakinkan khalayak dengan sugesti.
f.
Entertaining Editorial,
isinya menghibur, menyindir, atau humor.
4.
Cara Menyusun
Tajuk Rencana
Adapun
langkah membuat tajuk rencana adalah
a.
Pencarian ide
dalam topik
b.
Seleksi dan
penetapan topik
c.
Pembobotan
substansi materi dan penetapan tesis dari keseluruhan uraian tajuk rencana
d.
Pelaksanaan
penulisan
Adapun
syarat sebuah tajuk rencana adalah sebagai berikut:
a.
Provokatif
Judul
harus mampu membangkitkan minat dan perhatian khalayak terhadap uraian tajuk
rencana kita. Tajuk rencana harus memiliki daya tarik tinggi mengingat bagi
media pers fungsinya sangat strategis.
b.
Singkat dan Padat
Langsung
masuk pada pokok bahasan dan disesuaikan dengan kolom yang tersedia.
c.
Relevan
Berkaitan
dan sesuai dengan pokok bahasan. Tidak menyimpang dari topik. Judul yang baik
harus diambil dari topik dan topik yang baik harus mencerminkan keseluruhan
uraian.
d.
Fungsional
Fungsional
memiliki arti setiap kata yang terdapat pada judul tajuk rencana bersifat
mandiri, berdiri sendiri, tidak bergantung pada kata yang lain, serta memiliki
arti yang tegas dan jelas.
e.
Informal
Hindari
pola penulisan judul yang sifatnya kaku, dingin, dan terkesan formal. Usahakan
judul yang disajikan menarik atraktif, hidup, dan segar.
f.
Representative
Judul
yang sudah ditetapkan mewakili pokok bahasan. Merujuk pada logika dan kaidah
penelitian ilmiah, judul tajuk rencana yang baik harus mengandung dua variabel:
variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent
variable).
g.
Merujuk pada
Bahasan Buku
Judul
harus sesuai dengan kaidah Bahasa dan disesuaikan dengan porsi dan
mempertimbangkan kalangan pembaca.
5.
Struktur Tulisan
Tajuk Rencana
Tulisan
tajuk seperti kolom. Ia tidak mempunyai struktur tertentu. Namun umumnya, jika
kita bedah tajuk-tajuk di berbagai media massa, strukturnya terdiri atas:
a.
Judul
b.
Intro
c.
Uraian
Bagian intro mengemukakan aktualitas masalah yang akan
dibicarakan, misalnya dengan mengingatkan pembaca akan berita yang muncul
sebelumnya. Setelah itu langsung uraian berisi opini penulisnya.
6.
Aspek-Aspek
Penulisan Tajuk Rencana
a.
JudulOpin
Judul yang ditulis dalam tajuk rencana harus singkat, padat,
jelas maupun juga menarik. Judul tajuk rencana yang menarik juga akan
memberikan kesan yang mudah diingat oleh pembaca itu. dalam penulisan judul,
alangkah baiknya tidak terlalu panjang maupun pendek, dan judul harus mewakili
seluruh isi yang akan termuat dalam tajuk rencana atau editorial
b.
Latar Belakang
Masalah
Sebelum penulis menulis tajuk rencana atau editorial, penulis
harus banyak mengetahui sepenuhnya dimana latar belakang dan faktor-faktor yang
akan menjadi penyebab masalah ataupun juga isu-isu yang sedang berkembang.
c.
Tokoh
Dalam tajuk rencana sering , biasanya terdapat tokoh yang
akan dikaitkan dengan masalah maupun peristiwa yang akan terjadi. Materi tajuk
rencana dapat juga berupa pujian untuk memuji sebuah hasil kinerja seseorang,
tokoh, kelompok, ataupun pemerintah.
d.
Masalah
Penulis harus dapat mengambil masalah yang sering terjadi
menjadi topik yang akan sangat menarik untuk di baca, sehingga pembaca akan
disuguhkan informasi yang dapat dipahami dengan baik dan tidak banyak
menimbulkan kesalahpahaman dalam masyarakat.
e.
Peristiwa yang
dijabarkan
Peristiwa yang akan dijabarkan dalam tajuk rencana harus
runtut,yang artinya dipaparkan secara kronologis mengenai masalah yang sedang
di bahas. Penulis harus menjelaskan peristiwa dengan sangat jelas. Maka dari
itu juga biasanya di akhir paragraf terdapat penegasan ulang.
f.
Opini Penulis
Opini atau pendapat penulis dapat disampaikan dengan cara
yang sopan,santun atau enak dibaca. Biasanya juga disela-sela pembahasan
diselipkan beberapa lelucon, namun tetap elegan. Pada tahap ini penulis banyak
memberikan tanggapan mengenai isu/permasalahan yang sedang terjadi. Penulis
mencoba akan memberikan pandangan kritis mengenai masalah yang akan beredar
dikalangan masyarakat.
g.
Saran dan Solusi
Permasalahan
Tidak hanya memberikan pendapat mengenai permasalahan yang
ada, penulis juga banyak memberikan solusi atas permasalahan yang sedang
terjadi. Penulis akan memberikan saran-saran yang berupa solusi yang dapat
membangun. Penulis tidak boleh memberikan banyak saran dengan mencemooh maupun
merendahkan pihak yang lainnya.
h.
Kesimpulan
Setelah menjelaskan dan memberikan saran atas permasalahan
yang ada, langkah yang selanjutnya penulis harus memberikan kesimpulan terhadap
isi tek tajuk rencana. Kesimpulan yang sering ditulis harus sesuai dengan isi
tajuk rencana, sehingga tidak banyak menyebabkan karancuan.
7.
Fungsi Tajuk
Rencana
Menurut
Assegaf (1997), fungsi tajuk rencana terdiri atas berikut ini:
a.
Menjelaskan berita. Tajuk rencana menjelaskan suatu berita atau peristiwa. Penulis tajuk
bertindak sebagai guru bagi masyarakat atau konsumen media tersebut. Misalnya,
penulis menjelaskan apa arti kebijakan yang diambil dan apa dampaknya bagi
masyarakat.
b.
Mengisi latar belakang. Tajuk rencana berfungsi memberikan kaitan sesuatu
berita dengan kenyataan-kenyataan social lainnya. Penulis tajuk rencana
tersebut dapat melengkapi berita tersebut dengan faktor-faktor lain yang
mempengaruhinya. Dengan memasukkan bahan-bahan yang dikuasai penulis tajuk
rencana, pembaca akan dapat memahami suatu berita dalam cakrawala baru dan facet-facet yang sebelumnya tidak
terlihat.
c.
Meramalkan masa depan. Tajuk rencana berfungsi menganalisis “ramalan” atau
prediksi, apa yang akan terjadi akibat dari suatu berita atau peristiwa. Dengan
demikian, berbagi pihak dapat berjaga-jaga atau memanfaatkan sesuatu di masa
depan.
d.
Meneruskan suatu
penilaian moral. Sejak lama penulis tajuk rencana mencerminkan apa yang
dirasakan hati nurani masyarakat. Karena itu, penulis tajuk rencana diharapkan
memihak dan memberikan penilaain serta argumentasi dari penilaian yang
dilakukannya. Dalam fungsi ini, penulis tajuk rencana memberikan penilaian dan
sikapnya atas suatu peristiwa atau pendapat.
8.
Contoh Tajuk
Rencana
Supaya
lebih mudah, berikut disalin tajuk rencana
“Persiapan Semarang Menyambut Mudik”
Posisinya yang berada di antara Jawa bagian barat dan timur
mengakibatkan Kota Semarang menjadi lintasan atau transit para pemudik, baik
yang menggunakan jalur laut, darat, maupun udara. Arus mudik telah masuk lewat
Pelabuhan Tanjung Emas. Sejumlah kapal motor merapat dengan membawa ratusan
penumpang. Mereka berasal dari beberapa daerah di Kalimantan. Dari Semarang
mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke beberapa daerah di Jawa Tengah.
Arus mudik
jalur darat memang belum terlihat. Belum ada lonjakan penumpang di moda
transportasi kereta api dan bus. Untuk kereta api diprediksi peningkatan
penumpang akan terjadi pada H-10 hingga H+10 Lebaran. Di Stasiun Poncol
diperkirakan meningkat sekitar 50 persen, sementara Stasiun Tawang lebih dari
14 persen. Penumpang angkutan bus biasanya meningkat pada H-7 Lebaran. Sebuah
agen bus mengungkapkan, dari hari biasa yang 200 penumpang biasanya naik jadi
900 penumpang.
Pemudik
dengan kendaraan sendiri, baik bersepeda motor maupun mengendarai mobil,
diperkirakan juga tetap besar. Apalagi dengan penawaran jalan tol yang bisa
sampai Gringsing, sehingga kemungkinan menyedot arus mudik dengan menggunakan
kendaraan pribadi. Pemudik yang membawa sepeda motor juga perlu memperoleh
perhatian dan pelayanan khusus, baik yang datang dengan berkendara atau
memaketkan sepeda motornya lewat darat maupun laut.
Sejak
sekarang perlu disiapkan posko-posko untuk memantau dan mengamankan mudik
Lebaran. Pengendalian lalu lintas diperlukan untuk mencegah penumpukan
kendaraan di satu jalur atau kawasan. Posko itu juga bisa berfungsi sebagai
rest area dan pelayanan kesehatan bagi pengendara sepeda motor yang lelah
setelah berkendara berjam-jam. Selain itu petugas perlu berjaga di
lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan, seperti di sekitar pasar
tradisional.
Pemkot juga
perlu segera menata dan membereskan sarana dan prasarana, mulai rute, rambu,
dan penerangan jalan yang akan dilalui pemudik. Rute dan rambu yang jelas akan
memberikan kejelasan arah bagi mereka, sementara penerangan akan memberikan
rasa nyaman dan aman ketika mereka harus berkendara pada malam hari. Perhatian
juga perlu diberikan kepada proyek yang belum selesai seperti underpass
Jatingaleh. Material yang masih berserakan perlu dirapikan.
Masih cukup
waktu bagi Pemkot Semarang untuk menyiapkan diri guna melayani kebutuhan para
pemudik, baik yang menjadikan Semarang sebagai tujuan atau sebagai tempat
transit. Melayani para pemudik yang melintas layaknya tamu menjadi keniscayaan.
Perlu dipastikan mereka mendapat kenyamanan dan keamanan berkendara. Juga akan
segera mendapatkan perawatan jika di perjalanan jatuh sakit. Dengan demikian
Semarang bisa menjadi kota yang ramah bagi para pemudik. (Sumber : Dikutip dari suara merdeka.com)
9.
Tipe-Tipe Tajuk
Rencana
Suara Koran sekolah /kampus di muat di halaman editorial. Staf tajuk
rencana
biasanya memunculkan opini yang paling menonjol. Tajuk rencana ini dapat di
tulis dengan alasan yang beragam, seperti untuk mengentreperensikan kejadian
(berita), mengkritik sesuatu yang telah terjadi, mengajak untuk orang berbuat
sesuatu, atau mendukung perubahan dan mengajak pembaca mengikuti suatu sudut
pandang. Adapun
tipe-tipe tajuk rencana adalah sebagai berikut:
a.
Tajuk rencana advokasi
Tajuk
rencana
yang menginterperensikan, menjelaskan, dan membujuk dan mendukung perubahan
biasanya dihubungkan dengan suatu berita penting yang ada di dalam Koran
tersebut. Tajuk rencana ini dapat memberi tahu pembaca
mengapa kejadian-kejadian itu penting. Selain itu juga bisa menjelaskan dengan signifikansi ide tau kondisi
tertentu. Dalam beberapa kasus, tajuk rencana mendefinisikan term dan isu,
mengindentifikasi sosok dalam faktor dan merangkap latar belakang history, cultural,
geografis, dan kondisi lainnya. Usaha menulis untuk membujuk membujuk pembaca
untuk kesimpulan tertentu bisa jadi dilakukan dengan halus dan terselubung.
b. Tajuk
rencana
pemecahan masalah
Tajuk
rencana solusi
problem adalah tipe lazim yang dijumpai di koran-koran. Terkadang dinamakan “tajuk
rencana
kritik” tipe tajuk
rencana
ini dipakai saat staf tajuk rencana ini menarik perhatian pada suatu
problem atau ingin mengkritik tindakan seseorang. Karena koran perlu bertindak
secara bertanggung jawab, maka fakta harus di sajikan untuk mendukung kritik
atau untuk menjelaskan sebaba-sebab masalah, dan solusi harus di tawarkan.
Proses tiga langkah ini mirip dengan metode ilmiah: pernyataan problem, penyajian bukti
dan kesimpulan dengan usulan solusi.
c. Tajuk
rencana
penghargaan
Tajuk
rencana
penghargaan adalah salah satu pilihan bagi penulis tajuk
rencana. Banyak komunitas, termasuk sekolah dan kampus sebuah koran punya status
dan pusat kekuasaan. Karena posisinya itu, koran mengamati apa yang terjadi di kampus
atau di lingkungan lain. Koran dapat memuji orang atau kelompok itu
menjadi tenar.
Jika koran mempubliskan lebih
dari satu tajuk rencana di setiap edisi, maka salah satunya bisa berupa tajuk
rencana penghargaan. Jika koran hanya mempublis satu tajuk
rencana
di setiap edisi keputusan untuk menulis tajuk rencana ini harus dipertimbangkan
dengan cermat, dan yang dipuji atau dihargai mereka yang memang pantsa
mendapatkan nya. Orang atau kelompok juga dapat dipuji di kolom opini.
d.
Komentar tajuk rencana singkat
Keringkasan mempunyai manfaat sendiri, dan tajuk
rencana
satu atau dua paragraf bisa jadi efektif. Bentuk ini paling berguna jika hanya satu poin
atau sedikit bukti latar belakang informasi yang perlu diberikan. Terkadang tajuk
rencana
seperti ini punya judul kolom, seperti “Ten Second Editorial.”
e.
Tajuk rencana pendek
Tipe tajuk rencana lain, yang populer di pers mahasiswa, adalah tajuk
rencana
ringkas. Ia berbeda dalam hal panjang dan penataannya, seperti di tunjukan
namanya tajuk
rencana
ini ringakas, dari satu kata sampai beberapa kalimat saja. Biasanya tajuk
rencana
pendek dikelompokkan bersama sebagai heading kolom,
mencakup pujian atau kritik.
Tajuk rencana pendek juga bisa komentar bermacam-macam: satu pujian tau kritik
tidak selalu terkait dengan berita lainnya di kolom. Koran mahasiswa
terkadang memberi nama sendiri seperti “thumb up, thumb down,” “cheers and
jeers” atau mereka menggunakan huruf unik untuk mengekspresikan rasa senang atau tidak senang. Banyak komentar singkat ini
tidak hanya ditunjukkan pada kampus atau sekolah, tetapi juga seluruh mahasiswa
terkadang isi nya bernada humor atau menunjukkan perubahan dalam gaya dan
kultur popular.
f.
Tajuk rencana kartun
Mungkin bentuk yang paling ringkas adalah tajuk
rencana
kartun. Dalam beberapa kata atau satu-dua
kalimat, kartunis dapat melakukan hal-hal yang dilakukan penulis tajuk rencana mengomentari, mengkritik, menginterpretasikan, membujuk
dan menghibur. Kartun dan bentuk seni
lainnya merupakan komentar favorit bagi banyak pembaca.
Kartun dapat berdiri sendiri, tanpa terkait dengan topik di halaman tajuk rencana, atau dapat dikaitkan juga
dengan tajuk
rencana.
Dengan gaya lukis dan nada tulisan yang khas, penulis kartun mengembangkan
opini dan pelukisnya sering menggunakan karikatur (ciri fisik yang di
lebih-lebihkan) pelukis lebih banyak keleluasaan untuk membuat sesuatu yang
lebih lucu, satire, ironis, dan bahkan menyengat.
10. Bentuk Tajuk Rencana
Menurut
Supriyanto (1986), bentuk tajuk rencana yang sering ditulis redaksi media massa
adalah sebagai berikut:
a.
Tajuk
Interpretatif
Tajuk interpretatif merupakan tajuk rencana yang
memaparkan pendapat tentang suatu masalah yang muncul di masyarakat. Tujuan
penulisan tajuk seperti ini untuk menyajikan pendapat redaksi guna memperoleh
opini publik atau membnetuk opini tertentu di tengah masyarakat pembacanya.
b.
Tajuk Kritik
Tajuk rencana yang menyajikan kritik konstruktif
disampaikan redaksi media terhadap keganjilan di masyarakat. Tujuannya supaya
terjadi perubahan di masyarakat yang dilakukan lembaga berwenang demi
kepentingan umum.
c.
Tajuk Persuasif
persuasif atau
membujuk bertujuan mengajak masyarakat melakukan perbuatan tertentu demi
kepentingan umum. Dicoba membuat contoh editorial
yang persuasif tersebut dengan target semua orang terlibat mengikuti yang
disarankan dalam tulisan itu.
d.
Tajuk Pujian
Tajuk
yang berisi pujian yang ditampilkan guna memupuk rasa kebersamaan demi suatu
tujuan tertentu. Juga sering digunakan seseorang atau sekelompok orang yang berprestasi
di bidang atau profesinya demi kepentingan bangsa dan negara.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kolom adalah opini singkat
seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap
suatu persoalan atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat. Kolom lebih banyak
mencerminkan cap pribadi penulis. Sifatnya memadat memakna. Bandingkan dengan
sifat artikel yang lebih banyak memapar melebar. Kolom ditulis secara
inferensial. Artikel ditulis secara referensial. Biasanya dalam tulisan kolom
terdapat foto penulis. Sangat dianjurkan, tulisan kolom disertai foto penulis.
Sedangkan Editorial
atau Tajuk rencana adalah sikap, pandangan atau pendapat penerbit terhadap
masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan masyarakat. opini berisi
pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan
aktual, fenomenal, atau kontroversial yang berkembang di masyarakat. Opini yang
ditulis pihak redaksi diasumsikan mewakili redaksi sekaligus mencerminkan
pendapat dan sikap resmi media yang bersangkutan. Menulis tajuk memerlukan
situasi dan kondisi tertentu yang sangat dipengaruhi oleh peristiwa atau
kejadia dalam pemberitaan sehari-hari. Tajuk tidak bisa mengupas suatu kejadian
yang sudah lama berlangsung.
Tajuk rencana
merupakan suara lembaga maka tidak ditulis dengan mencantumkan nama penulisnya,
seperti halnya menulis berita atau features. Idealnya tajuk rencana adalah
pekerjaan, dan hasil dari pemikiran kolektif dari segenap awak media. Jadi
proses sebelum penulisan tajuk rencana, terlebih dahulu diadakan rapat redaksi
yang dihadiri oleh pemimpin redaksi, redaktur pelaksana serta segenap jajaran
redaktur yang berkompeten, untuk menentukan sikap bersama terhadap suatu
permasalahan krusial yang sedang berkembang di masyarakat atau dalam kebijakan
pemerintah.
B. Kritik dan
Saran
Semoga dengan makalah yang telah kami tulis dapat bermanfaat bagi
penulis khususnya dan bagi pembaca. Semoga dapat menambah wawasan tentang Dasar-Dasar Jurnalistik khususnya dalam materi Kolom dan Tajuk Rencana/ Editorial. Segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami
butuhkan guna perbaikan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Assegaf,
Dja’far H., 1983. Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Barus, Sedia Willing. 2010. Jurnalistik; Petunjuk Teknis Menulis Berita.
Jakarta: Erlangga
http://www.elon.edu/e-web/news/writers/writing-opinions.xhtmlhttps://styleguide.duke.edu/toolkits/writing-media/how-to-write-an-op-ed-article/
Kamisa.
1997. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.
Surabaya: Kartika.
Kusumaningrat. 2006. Jurnalistik
Teori & Praktik, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya).
Rolnicki, Tom E. 2008. Pengantar
Dasar Jurnalisme “Scholastic Journalism”. (Jakarta: Prenada Media Group).
Sikumambang,
Risman. 2016. Pemahaman Teori dan Praktik
Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sumadiria, Haris. 2005. Menulis
Artikel Dan Tajuk Rencana Panduan Praktik Menulis Dan Jurnalis
Profesional. (Bandung: Simbiosa Rekatama Media).
Sumadiria, Haris. 2006. Jusnalistik
Indonesia Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional,
(Bandung: Simbiosa Rekatama Media)
Supriyanto,
Hendri. 1986. Pers Khusus. Malang:
Warta Kasih.
Sutarni, Sri & Sukardi.
2008. Bahasa Indonesia 3; SMA Kelas XII, (Jakarta:
Perpustakaan Nasional).
BIODATA PENULIS
1. Penulis I
A. Identitas Diri
|
1
|
Nama Lengkap
|
Nova Riyani
|
|
2
|
Jenis Kelamin
|
Perempuan
|
|
3
|
Program Studi
|
Pendidikan Matematika
|
|
4
|
NIM
|
1608056040
|
|
5
|
Tempat dan Tanggal Lahir
|
Karanganyar, 10 November 1998
|
|
6
|
Alamat E-mail
|
|
|
7
|
Nomor Telepon/HP
|
08560114373
|
B. Riwayat Pendidikan
|
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama Sekolah
|
MI Muh. Wonorejo
|
MTs Negeri Gondangrejo
|
MAN 1 Surakarta
|
|
Jurusan
|
|
|
IPA
|
|
Tahun Masuk-Lulus
|
2007-2012
|
2012-2014
|
2014-2016
|
C. Penghargaan Yang
Pernah Diterima *)
|
No
|
Jenis Penghargaan
|
Pihak Pemberi Penghargaan
|
Tahun
|
|
1
|
Juara II Lomba Inovas Teknologi Tepat
Guna
|
Fakultas Sains dan Teknologi UIN
Walisongo Semarang
|
2018
|
|
2
|
Juara Harapan I Lomba Media
Pembelajaran
|
HMJ Tadris Matematika IAIN Salatiga
|
2018
|
2.
Penulis II
A. Identitas Diri
|
1
|
Nama Lengkap
|
Nujaimatul Mushoffa
|
|
2
|
Jenis Kelamin
|
Perempuan
|
|
3
|
Program Studi
|
Pendidikan Matematika
|
|
4
|
NIM
|
1608056067
|
|
5
|
Tempat dan Tanggal Lahir
|
Jepara, 15 Mei 1996
|
|
6
|
Alamat E-mail
|
|
|
7
|
Nomor Telepon/HP
|
08562582559
|
B. Riwayat Pendidikan
|
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama Sekolah
|
MI An-Nuur Daren
|
MTs Manba’ul Ulum
Gebog
|
MA NU Nurussalam
|
|
Jurusan
|
|
|
IPA
|
|
Tahun Masuk-Lulus
|
2002-2007
|
2007-2010
|
2011-2014
|
C. Penghargaan Yang
Pernah Diterima *)
|
No
|
Jenis Penghargaan
|
Pihak Pemberi Penghargaan
|
Tahun
|
|
1
|
Juara III Tahfidz 30 Juz Tingkat Umum Se Kota Semarang
|
Walikota
Semarang
|
2019
|
|
2
|
Juara II Tahfidz 30 Juz Tingkat Umum Se
Kota Semarang
|
Walikota
Semarang
|
2018
|
