Monday, September 30, 2019

Makalah Kolom dan Tajuk Rencana/ Editorial


MAKALAH
KOLOM DAN TAJUK RENCANA/ EDITORIAL
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata kuliah: Dasar-Dasar Jurnalistik
Dosen pengampu: Nanang Qosim, M. Pd.


Disusun Oleh :
Nova Riyani                      (1608056040)
Nujaimatul Mushoffa       (1608056067)

PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2019

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Berita memiliki bagian yang mengutarakan opini singkat seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat. Itulah yang dimaksud dengan kolom pada berita. Adapun  editorial atau tajuk rencana merupakan bagian tradisional dari surat kabar. Dalam radio dan televise,  editorial/tajuk rencana tidak begitu menonjol dan mendarah daging. Bahkan dalam surat kabar, tajuk rencana baru muncul seabad lalu yang dimulai di Amerika. Pada saat itulah penulisan tajuk rencana ditemukan menjadi terkenal ketika konsep penulisan berita secara objektif mulai menjadi keharusan. Dalam surat-surat kabar tajuk rencana biasanya ditempatkan di halaman opini dan biasanya ditulis oleh pemimpin redaksi surat kabar bersangkutan. Ia menempati sebuah kotak dua kolom yang memanjang ke bawah dan diletakkan disebelah pojok kiri atas halaman. Karena kekuatan atau kelemahan opini-opini dan semangat yang dinyatakan dalam tajuk rencana tentang suatu isu merupakan pernyataan seorang pribadi, tajuk rencana mencerminkan kepribadian – kepribadian mereka yang menulisnya (apakah ia pemimpin redaksi atau seorang redaktur yang ditugasi menulis tajuk rencana), meskipun ia dimaksudkan sebagai cerminan pendirian suatu Koran. Pada makalah ini akan dibahas mengenai kolom dan tajuk rencana.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan kolom?
2.      Bagaimana cara menulis kolom yang baik?
3.      Seperti apa contoh kolom itu?
4.      Apakah yang dimaksud dengan tajuk rencana/ editorial?
5.      Apa saja syarat penulis tajuk rencana/ editorial?
6.      Apa saja jenis-jenis tajuk rencana/ editorial?
7.      Bagaimana cara menyusun tajuk rencana/ editorial?
8.      Apa saja struktur tulisan tajuk rencana/ editorial?
9.      Apa saja aspek-aspek penulisan tajuk rencana/ editorial?
10.  Apa saja fungsi tajuk rencana/ editorial?
11.  Seperti apa contoh tajuk rencana/ editorial?
12.  Apa saja tipe-tipe tajuk rencana/ editorial?
13.  Bagaimana bentuk tajuk rencana/ editorial?
BAB II
PEMBAHASAN
A.    KOLOM
1.      Pengertian
Kolom adalah opini singkat seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat. Kolom lebih banyak mencerminkan cap pribadi penulis. Sifatnya memadat memakna. Bandingkan dengan sifat artikel yang lebih banyak memapar melebar. Kolom ditulis secara inferensial. Artikel ditulis secara referensial. Biasanya dalam tulisan kolom terdapat foto penulis. Sangat dianjurkan, tulisan kolom disertai foto penulis. Anjuran yang sama, justru tidak berlaku pada artikel (Haris Sumadiria, 2005: 3).
Kolom berasal dari bahasa Inggris, column. Orangnya disebut columnist. Dalam bahasa Inggris, istilah kolumnis diartikan sebagai penulis karangan khusus berupa komentar, saran, informasi, atau hiburan, pada surat kabar atau majalah secara reguler (Stewart, 1970:65).
Demikian juga dalam bahasa Indonesia, dijelaskan arti kolumnis sebagai penulis yang menyumbangkan artikel pada surat kabar atau majalah secara tetap (Anton Moeliono, 1989:451). Kadang-kadang tulisan dimaksud dikirimkan langsung untuk dimuat dalam surat kabar atau majalah. Namun di Barat biasanya para kolumnis menulis karangannya khusus untuk didistribusikan oleh sebuah sindikat kepada sejumlah surat kabar atau majalah (Suhandang, 2004:162-163).
Istilah column sendiri, diartikan sebagai artikel pada surat kabar atau berkala lainnya (Webster, 1957:64). Di samping itu column juga diartikan sebagai pilar yang dibuat untuk menyangga sesuatu yang berat, seperti atap atau bagian atas suatu bangunan (Fieldman, 1965:1250). Pada awalnya, panggilan kolumnis ditujukan kepada para abdi jurnalisme abad ke-20 yang pada abad ke-19 dikenal sebagai redaktur pengoreksi naskah. Pribadi-pribadi yang tidak dikenal dan selalu anonim pada halaman-halaman tajuk itu kini telah membangitkan para pembaca tulisannya untuk mengenal pribadinya secara langsung atau tidak, membawakan pandangan penerbit tempat mereka bertugas, sehingga para pembaca pun bisa memihak salah seorang dari mereka dan menganggapnya sebagai juru bicara surat kabarnya (Suhandang, 2004:163).
Sebelum 1920, para kolumnis seperti Eugene Field dan Franklin Pierce Adams, menerbitkan berbagai sajak, humor, lelucon yang aneh-aneh dan esai-esai ringan karangannya sendiri atau dari para kontributornya. Column gossip tentang skandal pribadi para tokoh, terutama dalam dunia hiburan, oleh para penulis seperti Walter Winchell berhasil dipopulerkan pada 1920-an. Problem sosial dan ekonomi 1930-an merangsang orang-orang “pintar” untuk mengembangkan pandangan politiknya, di antara Walter Lippmann, bekerja sama dengan para pengedar “informasi intern” dan ramalan seperti Drew Pearson (Suhandang, 2004:163-164).
Pada 1960-an ratusan column berisi hampir setiap segi kemanusiaan, dari soal cinta dan kesehatan sampai pada ilmu pengetahuan dan keuangan, muncul pada harian-harian berkala lainnya di Amerika dan Eropa. Bahkan di Indonesia lebih luas lagi isinya. Selain masalah kemanusiaan, juga masalah kebijakan para penguasa selalu menjadi sorotan para kolumnis yang kritis (Suhandang, 2004:163-164).
Kolom (article column) biasanya ditulis dengan gaya yang sangat ringan atau enteng dan diselingi humor-humor segar, walaupun masalahnya sangat serius (politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, keamanan, pendidikan, bencana, kecelakaan, kriminalitas, gaya hidup dan sebagainya).
Di tangan para kolumnis profesional, topik apapun yang dibahas, mulai dari yang ringan seperti masalah pakaian dinas pejabat, sampai yang berat seperti kecenderungan makin bayaknya wakil rakyat di tingkat kota dan kebupaten yang hobi memakan uang rakyat, tersaji dalam cerita singkat yang memikat, logis rasional, enak dibaca dan perlu. Benar-benar menggairahkan. Benar-benar menyegarkan (Haris Sumadiria, 2006:15).
Meskipun kolumnis bisa menulis tentang apa saja, tetapi ia haruslah “pakar” dalam suatu bidang dan merupakan seorang penulis yang seksama dan efektif. Selalu mengikuti perkembangan adalah penting dari segalanya (Hikmat Kusumaningrat, 2006:248).
2.      Cara Menulis di Kolom
Menulis kolom dalam koran dapat memberi tempat bagi penulis untuk berbagi pendapat atau menganalisis topik tertentu melalui sudut pandang mereka sendiri. Kolom dalam koran memang memberikan kebebasan besar, tetapi ada beberapa aturan yang harus diikuti untuk menulis kolom yang efektif. Agar dapat menarik perhatian pembaca perhatikan beberapa metode berikut:
a.       Mengembangkan dan Menyuarakan Pendapat
1)      Temukan nada. Sebagai kolumnis harus memiliki pendapat dan nada. Contohnya, nada suara bisa saja jenaka atau kelam ( http://businessjournalism.org/2014/04/the-art-of-column-writing/).
a)      Cara yang baik untuk menemukan suara adalah dengan membaca artikel koran yang memaparkan tentang fakta tertentu kemudian tulis bebas tanggapan Anda terhadap artikel tersebut. Lakukan hal ini menggunakan lima atau enam artikel kemudian catat bagaimana reaksi Anda. Anda mungkin akan sadar bahwa Anda selalu menggunakan nada yang sarkastis atau mungkin Anda selalu optimistis.
b)      Editor Anda dapat membantu memoles nada tulian Anda sehingga jangan takut menghubunginya.
2)      Miliki sebuah pendapat. Hal yang membedakan kolom dan artikel dalam koran adalah ada tidaknya pendapat. Kolom menyuarakan pendapat, sedangkan artikel hanya melaporkan fakta dengan objektif. Membentuk sebuah pendapat adalah cara yang baik untuk menyampaikan suara Anda. (http://www.elon.edu/e-web/news/writers/writing-opinions.xhtml)
a)      Cara yang baik untuk menguji pendapat Anda adalah dengan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah seseorang akan memiliki reaksi yang kuat terhadap artikel saya?” Jika jawaban pertanyaan ini adalah “iya”, Anda telah berhasil membentuk sebuah pendapat. Jika pendirian Anda tidak mendapat reaksi apa pun, Anda mungkin menulis pendapat yang netral.
b)      Pastikan Anda memiliki bukti yang mendukung pendapat Anda. Hal ini akan meyakinkan pembaca pada pendapat Anda.
3)      Bagikan pengalaman pribadi Anda. Salah satu cara untuk mengembangkan nada dan opini adalah dengan memanfaatkan pengalaman pribadi. Memasukkan anekdot dari pengalaman Anda membuat Anda terhubung dengan pembaca dan membuat cerita Anda lebih mudah dipercaya (https://styleguide.duke.edu/toolkits/writing-media/how-to-write-an-op-ed-article/). Jika Anda pernah mengalami situasi sulit saat berhadapan dengan biaya obat, mulailah kolom Anda dengan sebuah anekdot tentang pengalaman pribadi Anda sebelum menyuarakan pendapat tentang mahalnya harga obat untuk lansia.
4)      Tulis menggunakan kata ganti orang pertama. Karena kolom ditulis berdasarkan pendapat Anda, tuliskan menggunakan kata “saya”. Hal ini akan mengingatkan pembaca akan keberadaan Anda dan membantu memperlihatkan mana yang merupakan pendapat Anda (http://extension.missouri.edu/p/CM360). Daripada menulis, “Fasilitas untuk kuda balap seringkali tidak layak,” Anda dapat membuat pernyataan ini lebih meyakinkan dengan menggunakan kata ganti orang pertama. Contoh: “Fasilitas pacuan kuda yang pernah saya kunjungi sebagai seorang pelatih, seringkali tidak memenuhi kebutuhan kuda-kuda yang tinggal di dalamnya dan hal ini memengaruhi kinerja dan kesehatan mereka.”
b.      Memilih Topik
1)      Lihat-lihat kejadian terkini.  Pembaca akan sangat tertarik pada topik-topik yang mendominasi berita, seperti politik atau budaya pop, bukan kejadian yang tidak relevan. Pastikan Anda memperhatikan berita paling aktual dan bersiap memberikan pendapat Anda.
a)      Amati judul-judul artikel dalam beberapa koran dan majalah dan lihat berita apa yang paling populer. Isu-isu yang sering muncul di berbagai media adalah isu yang akan menarik perhatian publik.
b)      Seringkali kolom dalam koran membahas tentang politik, tetapi kolom tersebut juga dapat digunakan untuk mendiskusikan isu-isu sosial, seperti kondisi penjara.
2)      Pilih sudut pandang yang menarik untuk melihat topik Anda. Memberikan pendekatan yang segar terhadap topik tertentu dapat menarik perhatian pembaca pada kolom Anda. Melihat topik berita aktual dengan sudut pandang yang berbeda akan memancing respons pembaca (http://grammar.yourdictionary.com/grammar-rules-and-tips/tips-on-writing-newspaper-editorial-format.html).  
a)      Jangan takut untuk memasukkan diri Anda ke dalam topik. Gunakan pengalaman pribadi Anda untuk memberikan kesan unik pada kolom yang Anda tulis (https://letterpile.com/writing/Ten-Tips-For-Better-Column-and-Article-Writing).  
b)      Dalami berita secara detail dan ikuti ke mana detail berita tersebut membawa Anda. Mencermati detail berita dapat memancing ide baru (https://dailypost.wordpress.com/assignments/whats-your-angle/).
c)      Menggunakan sudut pandang lokal dapat membuat kolom Anda relevan untuk pembaca lokal.
3)      Pastikan Anda memiliki solusi untuk topik yang Anda pilih. Tawarkan solusi untuk pendapat yang Anda nyatakan. Pembaca umumnya mencari jawaban saat mereka membaca koran dan tugas Anda adalah memberikan jawaban tersebut (https://letterpile.com/writing/Ten-Tips-For-Better-Column-and-Article-Writing).
a)      Contohnya, jika Anda akan berkata, “Penggunaan sosial media oleh siswa selama jam sekolah mengurangi produktivitas siswa,” Anda seharusnya menyiapkan solusi agar siswa tidak menggunakan sosial media dan berkonsentrasi pada tugas-tugas mereka.
b)      Jika Anda memiliki pendapat yang kuat tentang topik tertentu, tetapi tidak memiliki solusi, tunda sampai Anda memiliki solusi yang lebih konkret.
c.       Menarik Perhatian Pembaca
1)      Buat judul yang menarik. Judul yang tepat akan memberikan informasi kepada pembaca tentang apa yang dapat mereka harapkan terhadap kolom Anda dan menarik perhatian mereka (https://goinswriter.com/catchy-headlines/).  
a)      Judul yang menarik kadang menggunakan angka, kata sifat yang menyenangkan, dan janji kepada pembaca.
b)      Contoh, “Bersihkan Noda dari Karpet Anda” adalah judul yang tidak menarik. Ubahlah menjadi: “3 Bahan Rumah Tangga Unik yang Dapat Menghilangkan Noda Anggur Merah.” Judul ini menggunakan angka, memberikan janji, dan memikat pembaca untuk mengetahui apa saja bahan rumah tangga tersebut.
2)      Buka dengan “kait” yang menarik perhatian pembaca. Buatlah kalimat pertama Anda memikat pembaca dengan kata-kata dan ide Anda. Ingatlah bahwa kalimat pembuka memberi fondasi untuk argumen Anda sehingga pastikan kalimat Anda relevan (https://goinswriter.com/catchy-headlines/).
a)      Contoh kalimat pembuka yang dapat menarik perhatian pembaca, antara lain: anekdot yang dramatis, pernyataan yang kontroversial, ironi dan kalimat yang cerdas, hasil studi baru, atau pernyataan yang mengakhiri kepercayaan umum terhadap sesuatu.
b)      Dalam kolom kesehatannya, kolumnis Oliver Burkeman memulai ceritanya: “Sekitar satu bulan yang lalu, dengan rasa malu, saya menyadari bahwa saya mengikat sepatu dengan cara yang salah seumur hidup saya.” Kalimat pembuka ini memancing perhatian pembaca dengan anekdot yang menarik dan membuat kita ingin membaca lebih lanjut tentang kesalahan apa yang dilakukannya dan bagaimana cara mengikat sepatu dengan cara yang benar.
3)      Ceritakan kepada pembaca kenapa mereka harus terus membaca. Saat Anda menulis artikel, pastikan setiap paragraf Anda menjawab pertanyaan: “Siapa peduli?” Jelaskan kenapa topik Anda relevan dan bagaimana topik tersebut memengaruhi mereka, baik positif atau negatif.
 (https://styleguide.duke.edu/toolkits/writing-media/how-to-write-an-op-ed-article/). Contoh, jika Anda menulis ketidaksetujuan Anda terhadap kebijakan pajak yang baru, Anda harus menjelaskan bahwa kebijakan ini akan menaikkan pajak yang harus dibayar pembaca.
4)      Tulis layaknya percakapan. Anda tidak diharapkan untuk melupakan tata tulis yang baik, tetapi sebaiknya hindari jargon, bahasa teknis, dan struktur kalimat yang kompleks. Apabila Anda menulis dengan gaya percakapan, Anda akan dapat mengomunikasikan poin Anda kepada pembaca dengan lebih efektif (http://extension.missouri.edu/p/CM360).
a)    Cobalah tulis dengan kalimat-kalimat pendek atau gunakan kontraksi agar tulisan Anda terdengar seperti percakapan.
b)    Anggaplah Anda menulis kepada teman dan sapa pembaca Anda secara langsung.
c)    Coba berbicara di dalam kepala Anda saat menulis kemudian bacalah dengan suara lantang untuk mengevaluasi bagaimana kolom Anda terdengar.
5)      Gunakan kalimat kerja aktif. Menggunakan kata kerja aktif akan terdengar lebih tegas dan memotong kalimat yang panjang-lebar. Kata kerja aktif yang kuat membantu Anda meyakinkan pembaca.
( www.earth.columbia.edu/sitefiles/file/pressroom/.../OpEdGuide.doc). “Dipercaya oleh Dewan Kota bahwa masyarakat telah ditipu oleh wali kota” adalah kalimat yang terlalu panjang dan membuat pembaca bertanya-tanya apakah Dewan Kota adalah sumber yang resmi. Tulislah, “Dewan Kota percaya bahwa wali kota telah menipu masyarakat.” Anda dapat melihat bahwa kata kerja aktif terdengar lebih tegas dan jelas.
d.      Mengatur Kolom
1)      Tulislah kolom pendek. Kolom dalam koran biasanya hanya mengakomodasi 400-800 kata sehingga Anda harus menulis poin Anda dengan ringkas
(http://ctb.ku.edu/en/table-of-contents/participation/promoting-interest/guest-columns-editorials/main). Biasakan mengurangi kata-kata dalam draf Anda. Setelah Anda membaca setiap kalimat, tanyakan kepada diri Anda sendiri, “Bagaimana kalimat ini memperkuat argumen saya?” Jika Anda tidak yakin, hilangkan dan baca kembali artikel Anda untuk melihat apakah hilangnya kalimat tersebut mengubah argumen Anda.
2)      Pastikan topik Anda jelas.  Topik dan sudut panjang Anda harus jelas dan terfokus karena kolom dalam koran umumnya pendek. Mulailah dengan menyatakan topik dan pendapat Anda di paragraf pembuka. Paragraf selanjutnya seharusnya berhubungan dengan ide yang Anda nyatakan di paragraf pertama. Jika Anda menulis bahwa hubungan jarak-jauh adalah hal yang buruk, sebutkan ide ini di paragraf pertama. Setiap paragraf selanjutnya seharusnya mendukung pernyataan ini dengan memaparkan bagaimana hubungan jarak-jauh menimbulkan masalah dalam aspek-aspek tertentu, seperti kepercayaan atau keromantisan.
3)      Lakukan penelitian. Walaupun kolom dalam koran memberikan kebebasan untuk menyuarakan opini, pendapat Anda harus didasari fakta. Mendukung pendapat dengan data akan membantu Anda meyakinkan pembaca (https://letterpile.com/writing/Ten-Tips-For-Better-Column-and-Article-Writing).
a)      Anda dapat melakukan penelitian di perpustakaan atau menggunakan komputer Anda, tetapi Anda juga dapat melakukan penelitian dengan mewawancarai orang yang terlibat dalam cerita Anda.
b)      Pastikan Anda selalu mengutip sumber Anda dengan benar.
c)      Jika Anda mengutip kata-kata seseorang, tuliskan nama sumber Anda dan keahlian mereka. Dengan begitu, pembaca dapat mengevaluasi apakah pernyataan orang tersebut dapat dipercaya.
4)      Gurnakan format Associated Press. Jurnalisme memiliki gaya tulis spesifik yang memastikan bahwa seluruh koran menggunakan panduan yang konsisten (https://owl.english.purdue.edu/owl/resource/735/02/). Tanda baca jurnalisme sangat berbeda dengan format bahasa pada umumnya sehingga Anda perlu mencermati format Associated Press.
3.      Contoh Kolom
Supaya lebih mudah, berikut disalin kolom:
Sang Calon
Pemilu sudah dilaksanakan lebih dari tujuh bulan. Tapi kini kita baru ribut memperbincangkan siapa yang panyas jadi presiden dan wakil presiden.
Dalam pemilu, seolah-olah rakyat membeli kucing dalam karung. Setelah rakyat memberikan suara, elite politik bertikai tentang kucing apa yang mereka berikan kepada rakyat…
Seharusnya, jauh sebelum pemilu, dalam konvensi, partai-partai menentukan calon mereka… (Ummat, No. 28 Thn III, 26 Januari 1998).
Kolom di atas ditulis M. Dawam Rahardjo di bawah nama rubrik “Perspektif”. Ia menggunakan judul singkat saja. Karena sedang aktual, judul itu pun langsung bisa ditangkap sebagai masalah yang akan dibahasa sang kolomnis. Dalam kolom itu, Dawam menuturkan opininya (kritik) tentang pencalonan presiden dan wakilnya, juga mengemukakan visi pribadinya tentang orang yang bagaimana yang layak menjadi presiden dan presiden.
B.     TAJUK RENCANA
1.      Pengertian
Surat kabar umumnya memiliki halaman pendapat atau opini yang sering disebut opinion page. Isinya beragam, mulai dari artikel (tulisan by line), pojok, karikatur dan salah satunya tajuk rencana atau ada yang menyebutnya editorial. Editorial dulu sering disebut “induk karangan” yang berasal dari bahasa Belanda: hoofd., artikel yang dalam bahasan Inggris sering disebut leader (Assegaf, 1983).
Tajuk rencana merupakan artikel yang dibuat jajaran redaksi atau orang yang diminta redaksi guna menulisnya. Tulisannya tidak terlalu panjang, diletakkan pada posisi yang tetap, biasanya dalam boks khusus. Tidak disebutkan siapa penulisnya, karena isi tulisan itu merupakan tanggung jawab redaksi dan merupakan pendapat dari media massa tentang suatu masalah (Risman Sikumbang, 2016: 231).
Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Kamisa, 1997) menyebutkan, tajuk rencana sebagai induk karangan. Tajuk berarti mahkota, sehingga tajuk rencana merupakan mahkota dari media cetak seperti surat kabar, tabloid atau majalah. Assegaf (1983) mengutip pendapat Lyle Spencer yang menyebutkan tajuk rencana merupakan pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis dan menarik, ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol sebegitu rupa, sehingga bagi kebanyakan pembaca surat kabar akan menyimak pentingnya arti berita yang ditajukkan tersebut.
Dengan pernyataan Spencer tersebut, dapat disimpulkan tajuk rencana harus berisi hal berikut:
a.       Pendapat
b.      Logis
c.       Singkat
d.      Menarik
e.       Mempengaruhi pendapat
2.      Syarat Penulis Tajuk
Karena tajuk merupakan opini redaksi dan menjadi induk karangan sebuah media, maka tidak semua wartawan dapat menulisnya.
Seorang penulis tajuk hendaknya: (https://romeltea.com/pengertian-tajukrencana-editorial-fungsi-jenis-dan-contohnya/, diakses pada tanggal 28 September 2019 pukul 10.15)
a.       Mengenal baik visi dan misi media karena tulisan tajuk mencerminkan hal
tersebut.
b.      Memiliki kedalaman analisis, sehingga mampu mengungkap sesuatu di balik
fakta dan menjangkau jauh ke depan.
c.       Berpengetahuan dan berwawasan luas karena sebuah peristiwa atau fakta
memiliki kaitan dengan fakta lain.
d.      Memiliki banyak referensi yang akan menjadu acuan dalam pengembangan
ide atau pemikirannya.
e.       Berkepala dingin, tidak emosional, agar ketika menulis tetap terjaga kejernihan berpikir dan suasana hati.
f.        Telah lama menjadi wartawan (seasonal reporter) sehingga mampu menjaga etika jurnalistik dan kepenulisan.
3.      Jenis-Jenis Tajuk Rencana
Dari segi tulisan, tajuk rencana dibagi menjadi empat sebagaimana fungsi editorial yang dikemukakan Wlliam M. Pinkerton
a.       Explaining the news
Menjelaskan berita dengan interpretasi dan sudut pandang subjektif.
b.      Filling in the background
Mengisi informasi latar belakang (filling backgroud information), yakni memberikan kaitan suatu berita dengan realitas sosial lainnya atau informa-
si tambahan.
c.       Forecasting the futur
Meramalkan masa depan (forcasting), yakni memprediksi apa yang akan dapat terjadi pada masa mendatang dengan atau akibat terjadinya suatu peristiwa.
d.      Passing moral judgment
Meneruskan suatu penilaian moral, yakni memberikan penilaian dan menyatakan sikap atas suatu peristiwa. Ada anggapan, tulisan tajuk mencerminkan apa yang terasa oleh hati-nurani masyarakat.
David Dary juga menyebutkan enam jenis editorial sebagai berikut:
a.       Informative Editorial, isinya menjelaskan fakta khusus.
b.      Interpretatif Editorial, isinya menjelaskan fakta penting yang tersembunyi.
c.       Argumentative Editorial, biasanya mengulas masalah politik yang menghen-
daki analisis logis sebab-akibat.
d.      Call-For-Action Editorial, isinya mengajak melakukan sesuatu.
e.       Persuasif Editorial, tajuk yang meyakinkan khalayak dengan sugesti.
f.        Entertaining Editorial, isinya menghibur, menyindir, atau humor.
4.      Cara Menyusun Tajuk Rencana
Adapun langkah membuat tajuk rencana adalah
a.       Pencarian ide dalam topik
b.      Seleksi dan penetapan topik
c.       Pembobotan substansi materi dan penetapan tesis dari keseluruhan uraian tajuk rencana
d.      Pelaksanaan penulisan
Adapun syarat sebuah tajuk rencana adalah sebagai berikut:
a.       Provokatif
Judul harus mampu membangkitkan minat dan perhatian khalayak terhadap uraian tajuk rencana kita. Tajuk rencana harus memiliki daya tarik tinggi mengingat bagi media pers fungsinya sangat strategis.
b.      Singkat dan Padat
Langsung masuk pada pokok bahasan dan disesuaikan dengan kolom yang tersedia.
c.       Relevan
Berkaitan dan sesuai dengan pokok bahasan. Tidak menyimpang dari topik. Judul yang baik harus diambil dari topik dan topik yang baik harus mencerminkan keseluruhan uraian.
d.      Fungsional
Fungsional memiliki arti setiap kata yang terdapat pada judul tajuk rencana bersifat mandiri, berdiri sendiri, tidak bergantung pada kata yang lain, serta memiliki arti yang tegas dan jelas.
e.       Informal
Hindari pola penulisan judul yang sifatnya kaku, dingin, dan terkesan formal. Usahakan judul yang disajikan menarik atraktif, hidup, dan segar.
f.        Representative
Judul yang sudah ditetapkan mewakili pokok bahasan. Merujuk pada logika dan kaidah penelitian ilmiah, judul tajuk rencana yang baik harus mengandung dua variabel: variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable).
g.      Merujuk pada Bahasan Buku
Judul harus sesuai dengan kaidah Bahasa dan disesuaikan dengan porsi dan mempertimbangkan kalangan pembaca.
5.      Struktur Tulisan Tajuk Rencana
Tulisan tajuk seperti kolom. Ia tidak mempunyai struktur tertentu. Namun umumnya, jika kita bedah tajuk-tajuk di berbagai media massa, strukturnya terdiri atas:
a.       Judul
b.      Intro
c.       Uraian
Bagian intro mengemukakan aktualitas masalah yang akan dibicarakan, misalnya dengan mengingatkan pembaca akan berita yang muncul sebelumnya. Setelah itu langsung uraian berisi opini penulisnya.
6.      Aspek-Aspek Penulisan Tajuk Rencana
a.       JudulOpin
Judul yang ditulis dalam tajuk rencana harus singkat, padat, jelas maupun juga menarik. Judul tajuk rencana yang menarik juga akan memberikan kesan yang mudah diingat oleh pembaca itu. dalam penulisan judul, alangkah baiknya tidak terlalu panjang maupun pendek, dan judul harus mewakili seluruh isi yang akan termuat dalam tajuk rencana atau editorial
b.      Latar Belakang Masalah
Sebelum penulis menulis tajuk rencana atau editorial, penulis harus banyak mengetahui sepenuhnya dimana latar belakang dan faktor-faktor yang akan menjadi penyebab masalah ataupun juga isu-isu yang sedang berkembang.
c.       Tokoh
Dalam tajuk rencana sering , biasanya terdapat tokoh yang akan dikaitkan dengan masalah maupun peristiwa yang akan terjadi. Materi tajuk rencana dapat juga berupa pujian untuk memuji sebuah hasil kinerja seseorang, tokoh, kelompok, ataupun pemerintah.
d.      Masalah
Penulis harus dapat mengambil masalah yang sering terjadi menjadi topik yang akan sangat menarik untuk di baca, sehingga pembaca akan disuguhkan informasi yang dapat dipahami dengan baik dan tidak banyak menimbulkan kesalahpahaman dalam masyarakat.           
e.       Peristiwa yang dijabarkan
Peristiwa yang akan dijabarkan dalam tajuk rencana harus runtut,yang artinya dipaparkan secara kronologis mengenai masalah yang sedang di bahas. Penulis harus menjelaskan peristiwa dengan sangat jelas. Maka dari itu juga biasanya di akhir paragraf terdapat penegasan ulang.
f.        Opini Penulis
Opini atau pendapat penulis dapat disampaikan dengan cara yang sopan,santun atau enak dibaca. Biasanya juga disela-sela pembahasan diselipkan beberapa lelucon, namun tetap elegan. Pada tahap ini penulis banyak memberikan tanggapan mengenai isu/permasalahan yang sedang terjadi. Penulis mencoba akan memberikan pandangan kritis mengenai masalah yang akan beredar dikalangan masyarakat.         
g.      Saran dan Solusi Permasalahan
Tidak hanya memberikan pendapat mengenai permasalahan yang ada, penulis juga banyak memberikan solusi atas permasalahan yang sedang terjadi. Penulis akan memberikan saran-saran yang berupa solusi yang dapat membangun. Penulis tidak boleh memberikan banyak saran dengan mencemooh maupun merendahkan pihak yang lainnya.
h.      Kesimpulan
Setelah menjelaskan dan memberikan saran atas permasalahan yang ada, langkah yang selanjutnya penulis harus memberikan kesimpulan terhadap isi tek tajuk rencana. Kesimpulan yang sering ditulis harus sesuai dengan isi tajuk rencana, sehingga tidak banyak menyebabkan karancuan.      
7.      Fungsi Tajuk Rencana
Menurut Assegaf (1997), fungsi tajuk rencana terdiri atas berikut ini:
a.       Menjelaskan berita. Tajuk rencana menjelaskan suatu berita atau peristiwa. Penulis tajuk bertindak sebagai guru bagi masyarakat atau konsumen media tersebut. Misalnya, penulis menjelaskan apa arti kebijakan yang diambil dan apa dampaknya bagi masyarakat.
b.      Mengisi latar belakang. Tajuk rencana berfungsi memberikan kaitan sesuatu berita dengan kenyataan-kenyataan social lainnya. Penulis tajuk rencana tersebut dapat melengkapi berita tersebut dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Dengan memasukkan bahan-bahan yang dikuasai penulis tajuk rencana, pembaca akan dapat memahami suatu berita dalam cakrawala baru dan facet-facet yang sebelumnya tidak terlihat.
c.       Meramalkan masa depan. Tajuk rencana berfungsi menganalisis “ramalan” atau prediksi, apa yang akan terjadi akibat dari suatu berita atau peristiwa. Dengan demikian, berbagi pihak dapat berjaga-jaga atau memanfaatkan sesuatu di masa depan.
d.      Meneruskan suatu penilaian moral. Sejak lama penulis tajuk rencana mencerminkan apa yang dirasakan hati nurani masyarakat. Karena itu, penulis tajuk rencana diharapkan memihak dan memberikan penilaain serta argumentasi dari penilaian yang dilakukannya. Dalam fungsi ini, penulis tajuk rencana memberikan penilaian dan sikapnya atas suatu peristiwa atau pendapat.
8.      Contoh Tajuk Rencana
Supaya lebih mudah, berikut disalin tajuk rencana
“Persiapan Semarang Menyambut Mudik”
Posisinya yang berada di antara Jawa bagian barat dan timur mengakibatkan Kota Semarang menjadi lintasan atau transit para pemudik, baik yang menggunakan jalur laut, darat, maupun udara. Arus mudik telah masuk lewat Pelabuhan Tanjung Emas. Sejumlah kapal motor merapat dengan membawa ratusan penumpang. Mereka berasal dari beberapa daerah di Kalimantan. Dari Semarang mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke beberapa daerah di Jawa Tengah.
Arus mudik jalur darat memang belum terlihat. Belum ada lonjakan penumpang di moda transportasi kereta api dan bus. Untuk kereta api diprediksi peningkatan penumpang akan terjadi pada H-10 hingga H+10 Lebaran. Di Stasiun Poncol diperkirakan meningkat sekitar 50 persen, sementara Stasiun Tawang lebih dari 14 persen. Penumpang angkutan bus biasanya meningkat pada H-7 Lebaran. Sebuah agen bus mengungkapkan, dari hari biasa yang 200 penumpang biasanya naik jadi 900 penumpang.
Pemudik dengan kendaraan sendiri, baik bersepeda motor maupun mengendarai mobil, diperkirakan juga tetap besar. Apalagi dengan penawaran jalan tol yang bisa sampai Gringsing, sehingga kemungkinan menyedot arus mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi. Pemudik yang membawa sepeda motor juga perlu memperoleh perhatian dan pelayanan khusus, baik yang datang dengan berkendara atau memaketkan sepeda motornya lewat darat maupun laut.
Sejak sekarang perlu disiapkan posko-posko untuk memantau dan mengamankan mudik Lebaran. Pengendalian lalu lintas diperlukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di satu jalur atau kawasan. Posko itu juga bisa berfungsi sebagai rest area dan pelayanan kesehatan bagi pengendara sepeda motor yang lelah setelah berkendara berjam-jam. Selain itu petugas perlu berjaga di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan, seperti di sekitar pasar tradisional.
Pemkot juga perlu segera menata dan membereskan sarana dan prasarana, mulai rute, rambu, dan penerangan jalan yang akan dilalui pemudik. Rute dan rambu yang jelas akan memberikan kejelasan arah bagi mereka, sementara penerangan akan memberikan rasa nyaman dan aman ketika mereka harus berkendara pada malam hari. Perhatian juga perlu diberikan kepada proyek yang belum selesai seperti underpass Jatingaleh. Material yang masih berserakan perlu dirapikan.
Masih cukup waktu bagi Pemkot Semarang untuk menyiapkan diri guna melayani kebutuhan para pemudik, baik yang menjadikan Semarang sebagai tujuan atau sebagai tempat transit. Melayani para pemudik yang melintas layaknya tamu menjadi keniscayaan. Perlu dipastikan mereka mendapat kenyamanan dan keamanan berkendara. Juga akan segera mendapatkan perawatan jika di perjalanan jatuh sakit. Dengan demikian Semarang bisa menjadi kota yang ramah bagi para pemudik. (Sumber : Dikutip dari suara merdeka.com)
9.      Tipe-Tipe Tajuk Rencana
Suara Koran sekolah /kampus di muat di halaman editorial. Staf tajuk rencana biasanya memunculkan opini yang paling menonjol. Tajuk rencana ini dapat di tulis dengan alasan yang beragam, seperti untuk mengentreperensikan kejadian (berita), mengkritik sesuatu yang telah terjadi, mengajak untuk orang berbuat sesuatu, atau mendukung perubahan dan mengajak pembaca mengikuti suatu sudut pandang. Adapun tipe-tipe tajuk rencana adalah sebagai berikut:
a.       Tajuk rencana advokasi
Tajuk rencana yang menginterperensikan, menjelaskan, dan membujuk dan mendukung perubahan biasanya dihubungkan dengan suatu berita penting yang ada di dalam Koran tersebut. Tajuk rencana ini dapat memberi tahu pembaca mengapa kejadian-kejadian itu penting. Selain itu juga bisa menjelaskan dengan signifikansi ide tau kondisi tertentu. Dalam beberapa kasus, tajuk rencana mendefinisikan term dan isu, mengindentifikasi sosok dalam faktor dan merangkap latar belakang history, cultural, geografis, dan kondisi lainnya. Usaha menulis untuk membujuk membujuk pembaca untuk kesimpulan tertentu bisa jadi dilakukan dengan halus dan terselubung.
b.      Tajuk rencana pemecahan masalah
Tajuk rencana solusi problem adalah tipe lazim yang dijumpai di koran-koran. Terkadang dinamakan “tajuk rencana kritik” tipe tajuk rencana ini dipakai saat staf tajuk rencana ini menarik perhatian pada suatu problem atau ingin mengkritik tindakan seseorang. Karena koran perlu bertindak secara bertanggung jawab, maka fakta harus di sajikan untuk mendukung kritik atau untuk menjelaskan sebaba-sebab masalah, dan solusi harus di tawarkan. Proses tiga langkah ini mirip dengan metode ilmiah: pernyataan problem, penyajian bukti dan kesimpulan dengan usulan solusi.
c.       Tajuk rencana penghargaan
Tajuk rencana penghargaan adalah salah satu pilihan bagi penulis tajuk rencana. Banyak komunitas, termasuk sekolah dan kampus sebuah koran punya status dan pusat kekuasaan. Karena posisinya itu, koran mengamati apa yang terjadi di kampus atau di lingkungan lain. Koran dapat memuji orang atau kelompok itu menjadi tenar.
Jika koran mempubliskan lebih dari satu tajuk rencana di setiap edisi, maka salah satunya bisa berupa tajuk rencana penghargaan. Jika koran hanya mempublis satu tajuk rencana di setiap edisi keputusan untuk menulis tajuk rencana ini harus dipertimbangkan dengan cermat, dan yang dipuji atau dihargai mereka yang memang pantsa mendapatkan nya. Orang atau kelompok juga dapat dipuji di kolom opini.
d.      Komentar tajuk rencana singkat
            Keringkasan mempunyai manfaat sendiri, dan tajuk rencana satu atau dua paragraf bisa jadi efektif. Bentuk ini paling berguna jika hanya satu poin atau sedikit bukti latar belakang informasi yang perlu diberikan. Terkadang tajuk rencana seperti ini punya judul kolom, seperti “Ten Second Editorial.”
e.       Tajuk rencana pendek
            Tipe tajuk rencana lain, yang populer di pers mahasiswa, adalah tajuk rencana ringkas. Ia berbeda dalam hal panjang dan penataannya, seperti di tunjukan namanya tajuk rencana ini ringakas, dari satu kata sampai beberapa kalimat saja. Biasanya tajuk rencana pendek dikelompokkan bersama sebagai heading kolom, mencakup pujian atau kritik.
            Tajuk rencana pendek juga bisa komentar bermacam-macam: satu pujian tau kritik tidak selalu terkait dengan berita lainnya di kolom.  Koran mahasiswa terkadang memberi nama sendiri seperti “thumb up, thumb down,” “cheers and jeers” atau mereka menggunakan huruf unik untuk mengekspresikan rasa senang atau tidak senang. Banyak komentar singkat ini tidak hanya ditunjukkan pada kampus atau sekolah, tetapi juga seluruh mahasiswa terkadang isi nya bernada humor atau menunjukkan perubahan dalam gaya dan kultur popular.
f.         Tajuk rencana kartun
            Mungkin bentuk yang paling ringkas adalah tajuk rencana kartun. Dalam beberapa kata atau satu-dua kalimat, kartunis dapat melakukan hal-hal yang dilakukan penulis tajuk rencana mengomentari, mengkritik, menginterpretasikan, membujuk dan menghibur. Kartun dan bentuk seni lainnya merupakan komentar favorit  bagi banyak pembaca.
            Kartun dapat berdiri sendiri, tanpa terkait dengan topik di halaman tajuk rencana, atau dapat dikaitkan juga dengan tajuk rencana. Dengan gaya lukis dan nada tulisan yang khas, penulis kartun mengembangkan opini dan pelukisnya sering menggunakan karikatur (ciri fisik yang di lebih-lebihkan) pelukis lebih banyak keleluasaan untuk membuat sesuatu yang lebih lucu, satire, ironis, dan bahkan menyengat.
10.  Bentuk Tajuk Rencana
Menurut Supriyanto (1986), bentuk tajuk rencana yang sering ditulis redaksi media massa adalah sebagai berikut:
a.       Tajuk Interpretatif
Tajuk interpretatif merupakan tajuk rencana yang memaparkan pendapat tentang suatu masalah yang muncul di masyarakat. Tujuan penulisan tajuk seperti ini untuk menyajikan pendapat redaksi guna memperoleh opini publik atau membnetuk opini tertentu di tengah masyarakat pembacanya.
b.      Tajuk Kritik
Tajuk rencana yang menyajikan kritik konstruktif disampaikan redaksi media terhadap keganjilan di masyarakat. Tujuannya supaya terjadi perubahan di masyarakat yang dilakukan lembaga berwenang demi kepentingan umum.
c.       Tajuk Persuasif
 persuasif atau membujuk bertujuan mengajak masyarakat melakukan perbuatan tertentu demi kepentingan umum. Dicoba membuat contoh editorial yang persuasif tersebut dengan target semua orang terlibat mengikuti yang disarankan dalam tulisan itu.
d.      Tajuk Pujian
Tajuk yang berisi pujian yang ditampilkan guna memupuk rasa kebersamaan demi suatu tujuan tertentu. Juga sering digunakan seseorang atau sekelompok orang yang berprestasi di bidang atau profesinya demi kepentingan bangsa dan negara.
































BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kolom adalah opini singkat seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat. Kolom lebih banyak mencerminkan cap pribadi penulis. Sifatnya memadat memakna. Bandingkan dengan sifat artikel yang lebih banyak memapar melebar. Kolom ditulis secara inferensial. Artikel ditulis secara referensial. Biasanya dalam tulisan kolom terdapat foto penulis. Sangat dianjurkan, tulisan kolom disertai foto penulis.
Sedangkan Editorial atau Tajuk rencana adalah sikap, pandangan atau pendapat penerbit terhadap masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan masyarakat. opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal, atau kontroversial yang berkembang di masyarakat. Opini yang ditulis pihak redaksi diasumsikan mewakili redaksi sekaligus mencerminkan pendapat dan sikap resmi media yang bersangkutan. Menulis tajuk memerlukan situasi dan kondisi tertentu yang sangat dipengaruhi oleh peristiwa atau kejadia dalam pemberitaan sehari-hari. Tajuk tidak bisa mengupas suatu kejadian yang sudah lama berlangsung.
Tajuk rencana merupakan suara lembaga maka tidak ditulis dengan mencantumkan nama penulisnya, seperti halnya menulis berita atau features. Idealnya tajuk rencana adalah pekerjaan, dan hasil dari pemikiran kolektif dari segenap awak media. Jadi proses sebelum penulisan tajuk rencana, terlebih dahulu diadakan rapat redaksi yang dihadiri oleh pemimpin redaksi, redaktur pelaksana serta segenap jajaran redaktur yang berkompeten, untuk menentukan sikap bersama terhadap suatu permasalahan krusial yang sedang berkembang di masyarakat atau dalam kebijakan pemerintah.
B.     Kritik dan Saran
Semoga dengan makalah yang telah kami tulis dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca. Semoga dapat menambah wawasan tentang Dasar-Dasar Jurnalistik khususnya dalam materi Kolom dan Tajuk Rencana/ Editorial. Segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami butuhkan guna perbaikan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Assegaf, Dja’far H., 1983. Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Barus, Sedia Willing. 2010. Jurnalistik; Petunjuk Teknis Menulis Berita. Jakarta: Erlangga
Kamisa. 1997. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Kartika.
Kusumaningrat. 2006. Jurnalistik Teori & Praktik, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya).
Rolnicki, Tom E. 2008. Pengantar Dasar Jurnalisme “Scholastic Journalism”. (Jakarta: Prenada Media Group).
Sikumambang, Risman. 2016. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sumadiria, Haris. 2005. Menulis Artikel Dan Tajuk Rencana Panduan Praktik Menulis Dan Jurnalis Profesional. (Bandung: Simbiosa Rekatama Media).
Sumadiria, Haris. 2006. Jusnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media)
Supriyanto, Hendri. 1986. Pers Khusus. Malang: Warta Kasih.
Sutarni, Sri & Sukardi. 2008. Bahasa Indonesia 3; SMA Kelas XII, (Jakarta: Perpustakaan Nasional).


BIODATA PENULIS
1.      Penulis I
A.    Identitas Diri
1
Nama Lengkap
Nova Riyani
2
Jenis Kelamin
Perempuan
3
Program Studi
Pendidikan Matematika
4
NIM
1608056040
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Karanganyar, 10 November 1998
6
Alamat E-mail
7
Nomor Telepon/HP
08560114373



B.     Riwayat Pendidikan

SD
SMP
SMA
Nama Sekolah
MI Muh. Wonorejo
MTs Negeri Gondangrejo
MAN 1 Surakarta
Jurusan


IPA
Tahun Masuk-Lulus
2007-2012
2012-2014
2014-2016

C.  Penghargaan Yang Pernah Diterima *)
No
Jenis Penghargaan
Pihak Pemberi Penghargaan
 Tahun
1
Juara II Lomba Inovas Teknologi Tepat Guna
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang
2018
2
Juara Harapan I Lomba Media Pembelajaran
HMJ Tadris Matematika IAIN Salatiga
2018

2.      Penulis II
A.    Identitas Diri
1
Nama Lengkap
Nujaimatul Mushoffa
2
Jenis Kelamin
Perempuan
3
Program Studi
Pendidikan Matematika
4
NIM
1608056067
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Jepara, 15 Mei 1996
6
Alamat E-mail
7
Nomor Telepon/HP
08562582559

B.     Riwayat Pendidikan

SD
SMP
SMA
Nama Sekolah
MI An-Nuur Daren
MTs Manba’ul Ulum Gebog
MA NU Nurussalam
Jurusan


IPA
Tahun Masuk-Lulus
2002-2007
2007-2010
2011-2014

C.     Penghargaan Yang Pernah Diterima *)
No
Jenis Penghargaan
Pihak Pemberi Penghargaan
 Tahun
1
Juara III Tahfidz 30 Juz  Tingkat Umum Se Kota Semarang
Walikota Semarang
2019
2
Juara II Tahfidz 30 Juz  Tingkat Umum Se Kota Semarang
Walikota Semarang
2018